Pangeran Mohammed bin Salman: Arab Saudi Mendukung Palestina!
Selasa, 10 Oktober 2023 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Terguncang oleh serangan darat, udara dan laut yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan kelompok Hamas—yang diberi nama Operasi Badai al-Aqsa—, Israel mencatat lebih dari 800 orang tewas dan melancarkan rentetan serangan ke Gaza yang telah meningkatkan jumlah korban tewas di sana menjadi 687 orang.
Meningkatnya kekerasan terjadi di tengah spekulasi bahwa Arab Saudi, yang tidak pernah mengakui Israel, akan setuju untuk menormalisasi hubungan sebagai bagian dari kesepakatan yang akan memberikan jaminan keamanan dari Amerika Serikat serta bantuan untuk mengembangkan program nuklir sipil.
Namun Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada Fox News bulan lalu bahwa masalah Palestina “sangat penting” bagi Arab Saudi, rumah bagi situs paling suci umat Islam di Makkah dan Madinah.
“Kita perlu menyelesaikan masalah ini. Kita perlu meringankan kehidupan rakyat Palestina,” kata Pangeran Mohammed.
Para analis mengatakan kemajuan apa pun menuju normalisasi kini mendapat pukulan berat akibat pertempuran yang sedang berlangsung.
Pangeran Mohammed juga telah berbicara tentang krisis ini melalui telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Raja Yordania Abdullah II.
Meningkatnya kekerasan terjadi di tengah spekulasi bahwa Arab Saudi, yang tidak pernah mengakui Israel, akan setuju untuk menormalisasi hubungan sebagai bagian dari kesepakatan yang akan memberikan jaminan keamanan dari Amerika Serikat serta bantuan untuk mengembangkan program nuklir sipil.
Namun Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada Fox News bulan lalu bahwa masalah Palestina “sangat penting” bagi Arab Saudi, rumah bagi situs paling suci umat Islam di Makkah dan Madinah.
“Kita perlu menyelesaikan masalah ini. Kita perlu meringankan kehidupan rakyat Palestina,” kata Pangeran Mohammed.
Para analis mengatakan kemajuan apa pun menuju normalisasi kini mendapat pukulan berat akibat pertempuran yang sedang berlangsung.
Pangeran Mohammed juga telah berbicara tentang krisis ini melalui telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Raja Yordania Abdullah II.
(mas)
Lihat Juga :