Terungkap, Iran Terlibat Bom Beirut yang Tewaskan 241 Tentara AS

Senin, 02 Oktober 2023 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Pengungkapan MEMRI dapat menyebabkan tuntutan hukum baru terhadap rezim Iran atas perannya dalam pembunuhan ratusan personel militer dan diplomatik penting Amerika.

Menurut MEMRI, "Iran selalu menyangkal dengan keras peran apa pun dalam pengeboman tersebut. Iran tidak mengajukan pembelaan dalam menanggapi tuntutan hukum AS pada tahun 2001 yang diajukan oleh keluarga dari ratusan warga Amerika yang tewas atau terluka dalam pengeboman barak."

Fox News Digital melaporkan pada tahun 2016 bahwa keputusan Mahkamah Agung AS mengizinkan keluarga korban pemboman tahun 1983 di Lebanon dan serangan terkait rezim Iran lainnya untuk mengumpulkan hampir USD2 miliar dana beku dari Iran.

Banafsheh Zand, seorang pakar rezim Iran-Amerika, mengatakan kepada Fox News Digital, "Pengakuan Issa Tabatabai adalah tanda perpecahan serius di kalangan petinggi rezim. Tidak ada seorang pun di kalangan ulama atau Garda Revolusi yang mau mengaku melakukan tindakan seperti itu kecuali pertikaian di antara pimpinan mafia Syiah semakin meningkat. Agar Tabatabai mengakui dan bertanggung jawab atas tindakan teror yang mengerikan itu, dia harus yakin bahwa atasannya tidak akan atau tidak bisa menghukumnya, jika tidak, dia akan menanggung akibatnya sendiri—disensor dan melewatkan detail utama."

Dia melanjutkan, "Tetapi dia tidak melakukannya. Dia telah menjelaskan semuanya—sebelum editor memotong sebagian besar wawancaranya. Jadi, entah itu, atau dia merasa tidak ada ruginya. Bagaimanapun, mengingat Biden [dan Keputusasaan pemerintahan Presiden Perancis Emmanuel Macron terhadap setiap faksimili kesepakatan dengan rezim Khomeini, kemungkinan besar mereka akan menyembunyikan hal ini."

MEMRI menulis bahwa Tabatabai mencatat kepercayaan penuh yang diberikan kepadanya oleh Khomeini dan penggantinya; Khamenei, dan menggarisbawahi bahwa dia adalah perwakilan terpercaya Khamenei di Lebanon dalam segala hal yang berkaitan dengan keuangan dan penyebaran Syiah.

Seorang juru bicara Pentagon merujuk pertanyaan dari Fox News Digital ke Departemen Luar Negeri. Baik Departemen Luar Negeri maupun Dewan Keamanan Nasional tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Potkin Azarmehr, seorang pakar Iran-Inggris di Iran, mengatakan kepada Fox News Digital, "Sepertinya tidak peduli berapa kali para pemimpin Barat melihat konsekuensi dari sikap mereka terhadap teroris, mereka masih pasrah untuk melanjutkan nasib buruk yang sama seperti yang mereka alami selama empat dekade."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Rodri Bungkam Mulut...
Rodri Bungkam Mulut Ronaldo dengan Trofi Piala Dunia 2026 dan Golden Ball
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved