Kisah WNI di Raqqa Buktikan Langsung Kebohongan ISIS

Sabtu, 17 Juni 2017 - 00:03 WIB
Kisah WNI di Raqqa Buktikan...
Kisah WNI di Raqqa Buktikan Langsung Kebohongan ISIS
A A A
AIN ISSA - Ketika Leefa berangkat dari Indonesia ke markas Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) di Kota Raqqa, dia mengira akan menuju surga duniawi bagi umat yang beriman. Tapi, Muslimah Indonesia ini kecewa karena propaganda ISIS yang dia lihat dan dengar selama ini terbukti bohong.

Dia dan keluarganya telah membayangkan dikelilingi oleh orang-orang dengan iman yang sejati. Dia berharap mendapatkan perawatan kesehatan gratis dan pekerjaan di Kota Suriah yang diklaim sebagai Ibu Kota ISIS itu.

Tapi kini, saat ISIS sedang mempertahankan bentengnya dari pertempuran yang nyaris tanpa henti, Leefa dan 15 warga negara Indonesia (WNI) lainnya—bagian ribuan orang—memilih telah melarikan diri dari Raqqa, Suriah utara.

Mereka berlindung di sebuah kamp untuk pengungsi di Ain Issa, 50km sebelah utara Raqqa. Mereka menanti nasib baru saat Pasukan Demokratik Suriah (SDF), pasukan oposisi yang didukung Amerika Serikat (AS) maju menyerbu benteng utama ISIS tersebut.

Dengan bahasa Inggris yang kacau dan bercampur kata-kata Arab, Leefa dan rekan-rekannya mengakui bahwa mereka memilih untuk pergi ke wilayah ISIS.

Mereka menceritakan sedikit demi sedikit ihwal bisa masuk ke Raqqa. ”Saat kami di Indonesia, kami nonton di Internet, Daulah Islamiyah adalah tempat tinggal, untuk menjadi seorang Muslim sejati,” kata Leefa, 38. Daulah Islamiyah atau Daesh adalah nama Arab untuk ISIS.

”Saya memiliki masalah kesehatan, saya memerlukan operasi di leher saya dan ini sangat mahal di Indonesia,” ujarnya dengan mata tertunduk di balik kacamata.

”Tapi di Daesh, semuanya gratis, semuanya gratis,” katanya. ”Kami datang ke Daesh untuk menjadi seorang Muslim sejati dan (demi) kesehatan saya,” lanjut Leefa yang mengenakan jilbab hijau.

Ain Issa dipenuhi dengan orang-orang yang mengungsi ketika ISIS sedang digempur dan hendak diusir dari Raqqa.

Leefa mengaku menjalin kontak dengan anggota ISIS di Suriah melalui Internet. Anggota ISIS itu mengatakan kepadanya bahwa mereka yang dibawa ke Raqqa akan diganti uang tiketnya dan akan menikmati kehidupan yang baik.

Tapi saat tiba, mereka menemukan situasinya sangat berbeda dari yang mereka harapkan. Leefa menemukan bahwa operasi medis yang dia butuhkan sama sekali tidak gratis, dan tidak diobati.

”Semuanya adalah kebohongan,” imbuh Nur, 19, seorang warga Indonesia lainnya di Ain Issa.

”Ketika kita memasuki Daesh, masuk ke negara mereka, ternyata semuanya sangat berbeda dari apa yang mereka katakan di Internet,” ujar perempuan yang mengenakan jilbab krem tersebut.

Nur mengatakan bahwa dia dan keluarganya mengharapkan kerabat laki-lakinya yang bergabung dengan ISIS akan mendapatkan pekerjaan. Tapi ketika mereka tiba, mereka diberitahu bahwa semua orang diwajibkan untuk bergabung dengan barisan petempur ISIS.

"Orang-orang kami memasuki penjara, ayah saya, saudara laki-laki saya," katanya, berbicara dalam bahwa campuran Arab dan Inggris. Tapi, dia tidak menjelaskan kapan kerabatnya dipenjara dan atas alasan apa.

Nur mengaku terus-menerus dikejar oleh milisi ISIS yang ingin menikahinya. ”Ada banyak yang bercerai (dengan milisi ISIS), baru saja menikah selama dua minggu atau dua bulan,” paparnya.

”Banyak pria datang ke rumah saya dan memberi tahu ayah saya, saya menginginkan anak perempuan Anda,” ujarnya dengan jijik.

Saudaranya bahkan dicegat oleh milisi asing di sebuah pasar di Raqqa, yang bertanya kepadanya, “Apakah Anda memiliki seorang gadis atau saudara perempuan, saya menginginkan seorang istri.”

”Kemana saja, mereka berbicara tentang wanita,” lanjut Nur.

Para pasukan SDF yang sekarang bergerak ke Raqqa melawan ISIS menginterogasi anggota kelompok itu yang berasal dari Indonesia. Pejabat kamp Ain Issa, Fayruz Khalil berharap para warga Indonesia yang tertipu bergabung dengan ISIS bisa dibebaskan oleh SDF.

”Dari apa yang saya pahami dari mereka, mereka ditipu," katanya kepada AFP, yang dilansir Jumat (16/6/2017).
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
33 menit yang lalu
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
1 jam yang lalu
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
1 jam yang lalu
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
2 jam yang lalu
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
5 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved