AS Bersiap Kerahkan Rudal-rudal Hipersonik ke Indo-Pasifik
Senin, 03 Agustus 2020 - 00:42 WIB
loading...
A
A
A
Awal tahun ini, pejabat senior Pentagon mengakui bahwa AS sedang berupaya mengejar China dan Rusia di bidang senjata hipersonik, dengan mencermati investasi besar-besaran Beijing di lapangan dalam beberapa tahun terakhir.
China meluncurkan misil hipersonik jarak pendek dan menengah DF-17 yang baru pada parade militer Hari Nasional pada Oktober 2019. Setahun sebelumnya, China Aerospace Science and Technology Corporation berhasil menguji peluncuran kendaraan penerbangan hipersonik Xingkong-2.
Washington telah menarik diri dari Intermediate-Range Nuclear Force Treaty atau Perjanjian INF dengan Rusia pada Agustus 2019. Tak lama kemudian, Washinton menguji sistem rudal jarak menengah berbasis darat baru untuk kemungkinan penempatannya di Asia.
Namun, AS menghadapi masalah tentang di mana akan menggunakan senjata tersebut. Sebab, sekutu-sekutu besarnya termasuk Filipina, Korea Selatan dan gubernur wilayah Okinawa; Jepang, telah menyatakan penolakan yang sengit terhadap penyebaran senjata strategis baru AS di wilayah mereka.
China meluncurkan misil hipersonik jarak pendek dan menengah DF-17 yang baru pada parade militer Hari Nasional pada Oktober 2019. Setahun sebelumnya, China Aerospace Science and Technology Corporation berhasil menguji peluncuran kendaraan penerbangan hipersonik Xingkong-2.
Washington telah menarik diri dari Intermediate-Range Nuclear Force Treaty atau Perjanjian INF dengan Rusia pada Agustus 2019. Tak lama kemudian, Washinton menguji sistem rudal jarak menengah berbasis darat baru untuk kemungkinan penempatannya di Asia.
Namun, AS menghadapi masalah tentang di mana akan menggunakan senjata tersebut. Sebab, sekutu-sekutu besarnya termasuk Filipina, Korea Selatan dan gubernur wilayah Okinawa; Jepang, telah menyatakan penolakan yang sengit terhadap penyebaran senjata strategis baru AS di wilayah mereka.
(min)
Lihat Juga :