Untuk Kedua Kalinya, Zelensky Akan Tinggalkan Ukraina yang Sedang Perang ke AS

Sabtu, 16 September 2023 - 10:22 WIB
loading...
Untuk Kedua Kalinya,...
Presiden Volodymyr Zelensky akan tinggalkan Ukraina yang sedang perang melawan Rusia untuk kunjungan ke AS. Ini akan menjadi kunjungan keduanya ke AS di masa perang. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan meninggalkan negaranya yang sedang berperang dengan Rusia untuk kunjungan ke Amerika Serikat (AS).

Menurut Gedung Putih, perjalanan Zelensky ke Washington akan berlangsung Kamis pekan depan. Itu akan menjadi yang kedua kalinya bagi Zelensky pergi ke Amerika pada masa perang.

Kunjungan tersebut bagian dari upaya untuk memperkuat dukungan pendukung penting negaranya yang telah mengirimkan bantuan miliaran dolar untuk melawan invasi Rusia.

Zelensky dijadwalkan berkunjung ke Gedung Putih pada Kamis depan untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Joe Biden dan juga mengadakan pertemuan di Kongres AS.

Baca Juga: Rusia Balas Dendam, 17 Drone Buru Jet Tempur Ukraina Pengebom Crimea

Kunjungan pemimpin Ukraina ke Washington akan dilakukan setelah pertemuan dengan para pemimpin dunia lainnya di Majelis Umum PBB di New York.

Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan bahwa perjalanan Zelensky terjadi pada “saat kritis” ketika Ukraina melancarkan serangan balasan terhadap Rusia.

"Biden akan menegaskan kembali komitmennya untuk terus memimpin dunia dalam mendukung Ukraina dalam mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya,” kata Sullivan kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Sabtu (16/9/2023).

Dia membandingkan perjalanan Zelensky dengan pertemuan puncak Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini dengan Kim Jong-un dari Korea Utara, salah satu negara paling terisolasi dan terkena sanksi di dunia, di mana Moskow sedang mencari bantuan senjata.

Namun keraguan juga meningkat mengenai masa depan bantuan AS ketika Kongres mendekati batas waktu 30 September untuk menyetujui pendanaan menjelang musim pemilu.

Mantan presiden AS Donald Trump, yang merupakan kandidat terdepan dalam nominasi Partai Republik untuk menantang Biden dalam pemilu tahun depan, mengecam bantuan AS, dengan mengatakan bahwa dana tersebut akan lebih baik dihabiskan di dalam negeri dan memperkirakan kemenangan perang pada akhirnya akan diraih Putin, yang sangat dia kagumi.

Namun anggota Partai Republik termasuk Senator Mitch McConnell, pemimpin Senat partai tersebut, mendukung bantuan AS ke Ukraina.

“Kami yakin akan ada dukungan bipartisan untuk hal ini. Saya pikir Presiden Zelensky juga melakukan hal yang sama, dan dia ingin membangun momentum menuju hal itu menjelang akhir bulan ini,” kata Sullivan.

“Sejujurnya, Partai Republik dan Demokrat sama-sama mengakui bahwa Amerika Serikat tidak bisa—demi kepentingannya sendiri, apalagi kewajiban moral yang kita miliki—meninggalkan Ukraina pada saat kritis ini,” kata Sullivan.

Ukraina melancarkan serangan balasan terhadap posisi pasukan Rusia yang sudah mengakar pada bulan Juni namun kemajuannya terbatas, sehingga memicu perdebatan politik di Barat mengenai dukungan terhadap Kyiv.

Amerika Serikat telah memberikan bantuan militer sebesar USD43 miliar ketika Ukraina menahan serangan Rusia.

Biden pada bulan lalu meminta Kongres memberikan bantuan tambahan USD40 miliar untuk Ukraina, baik dalam bentuk bantuan pertahanan darurat maupun bantuan ekonomi dan kemanusiaan.

Kunjungan Zelensky ke Washington Kamis nanti akan menjadi kunjungan yang kedua sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Pada bulan Desember, dia diam-diam terbang ke Ibu Kota AS dalam perjalanan internasional pertamanya selama perang, memasuki Gedung Putih dengan mengenakan seragam militer yang menjadi ciri khasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved