Intel AS: Kapasitas Pembuatan Kapal Perang China 200 Kali Lebih Besar dari Amerika

Jum'at, 15 September 2023 - 18:49 WIB
loading...
Intel AS: Kapasitas...
Intelijen Angkatan Laut AS menyebut kapasitas pembuatan kapal perang China 200 kali lebih besar dari Amerika. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Sebuah bocoran laporan intelijen Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan terkait persaingan pembuatan kapal perang dengan China . Laporan itu menyebut kapasitas pembuatan kapal perang China 200 kali lebih besar dari AS.

Menurut The War Zone, sebuah buletin online, slide pengarahan AL AS yang bocor berisi informasi tersebut beredar di dunia maya pada bulan Juli lalu. Dalam slide yang diberi judul "PLAN vs. USN Naval Force Laydown" dan tampaknya diberi tanda "unclassified" itu kapasitas pembuatan kapal China 232 kali lebih besar dari AS.

Menurut data yang terlihat pada slide, galangan kapal China mempunyai kapasitas produksi lebih dari 23,2 juta ton. Jumlah ini 232 kali lebih besar dibandingkan kapasitas produksi AS yang kurang dari 100.000 ton.

Pergeseran ini juga tampak kontras dengan komposisi kekuatan tempur kedua angkatan laut, dengan mempertimbangkan kapal perang, kapal selam, kapal perang ranjau, kapal amfibi besar, dan kapal perang pendukung tambahan besar.

Baca Juga: Jenderal AS Sebut Jet Siluman J-20 China Hasil Curian, Tak Selevel F-35 dan F-22 AS

Seorang juru bicara Angkatan Laut AS mengatakan kepada Fox News Digital dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 14 September bahwa slide pengarahan itu asli.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa slide tersebut memberikan konteks dan tren mengenai kapasitas pembuatan kapal China, namun memperingatkan bahwa Angkatan Laut tidak bermaksud untuk membacanya sebagai “penyelaman mendalam” yang komprehensif ke dalam industri pembuatan kapal komersial China.

“Slide ini dikembangkan oleh Kantor Intelijen Angkatan Laut dari berbagai sumber publik sebagai bagian dari ringkasan keseluruhan mengenai persaingan strategis,” kata juru bicara tersebut seperti dikutip dari Insider, Jumat (15/9/2023).

China telah bekerja keras untuk memperkuat kemampuan angkatan lautnya. Menurut laporan US Naval Institute pada tahun 2021, negara ini memiliki angkatan laut terbesar di dunia, dengan lebih dari 355 kapal di armadanya.

Laporan tahunan Pentagon tahun 2022 mengenai perkembangan militer China memproyeksikan lebih lanjut bahwa armada China akan bertambah menjadi 400 kapal pada tahun 2025 dan 440 kapal pada tahun 2030.

Baca Juga: Menlu AS Blinken: Tatanan Dunia Lama telah Berakhir, Rusia dan China Ancaman

Sebagai perbandingan, berdasarkan laporan tahun 2021 oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional, AS memiliki armada yang lebih kecil yaitu 296 kapal.

Meskipun demikian, Angkatan Laut AS masih dianggap sebagai yang paling kuat di dunia. Menteri Pertahanan AS saat itu, Mark Esper, mengatakan pada tahun 2020 bahwa meskipun AS berhenti membuat kapal, China akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai kekuatan Angkatan Laut AS.

Esper mengatakan hal ini karena kedalaman pengalaman dan kemampuan teknologi Angkatan Laut AS.

“Jumlah kapal memang penting, namun tidak menjelaskan keseluruhan cerita,” kata Esper, yang berbicara di acara RAND Corporation pada September 2020.

Perwakilan dari Kantor Intelijen Angkatan Laut AS tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Insider.

Baca Juga: Pentagon Babat Hutan untuk Pangkalan Militer Baru Dekat China
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved