Kenapa Senjata Laser Berenergi Tinggi Milik China Lebih Unggul Dibandingkan AS?

Jum'at, 15 September 2023 - 11:25 WIB
loading...
A A A
Militer AS dalam beberapa tahun terakhir telah menerapkan sistem ini.

Angkatan Darat, misalnya, telah memasang laser berkekuatan 50 kilowatt pada kendaraan tempur lapis baja Stryker, sementara kapal perang amfibi Angkatan Laut USS Portland, yang dibangun berdasarkan pengujian sebelumnya, telah menguji laser berkekuatan 150 kilowatt terhadap target permukaan. Marinir telah menguji Sistem Senjata Laser Kompak dalam kisaran 2 hingga 10 kilowatt, dan Angkatan Udara telah menerima pod laser berenergi tinggi untuk jet tempurnya.

Lockheed Martin mengumumkan tahun lalu bahwa mereka telah mengirimkan laser berkekuatan 300 kilowatt ke Departemen Pertahanan. Kini mereka sedang mengerjakan laser yang lebih bertenaga, berkekuatan 500 kilowatt, kata situs web perusahaan.

Meskipun terdapat peningkatan minat terhadap teknologi ini, terdapat keterbatasan besar dalam penggunaannya.

"Senjata laser biasanya menjadi kurang kuat jika semakin jauh dari sasarannya dan dapat digagalkan oleh cuaca buruk seperti kabut dan badai, yang dapat mengurangi jangkauan dan kualitas pancaran sinar tersebut," kata Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS. Mereka bahwa persyaratan pendinginan juga dapat membatasi efektivitasnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Panas! Trump Ancam Serang...
Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg
Rekomendasi
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved