Kurdi Ancang-ancang Merdeka dari Irak Tahun Ini

Senin, 03 April 2017 - 16:30 WIB
Kurdi Ancang-ancang...
Kurdi Ancang-ancang Merdeka dari Irak Tahun Ini
A A A
BAGHDAD - Para pejabat Kurdi telah melakukan pertemuan pada hari Minggu untuk mempersiapkan referendum kemerdekaan. Kurdi ingin memerdekakan wilayahnya dari Irak pada tahun 2017 ini.

Pertemuan untuk membahas referendum kemerdekaan ini melihatkan dua partai utama Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), yakni Partai Demokrat Kurdistan (PPK) dan Partai Uni Patriotik Kurdistan (PUK).

Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan itu, PPK dan PUK menyatakan bahwa mereka sepakat menentukan kedaulatan dan nasib sendiri dari Irak. “Itu hak alamiah bangsa Kurdistan untuk memutuskan jalur politik dan administratif dalam referendum dan entitas sebuah negara merdeka,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

”Kedua belah pihak, melalui komite tinggi bersama, (yang bertugas untuk) membahas masalah ini dengan partai politik dan nasional Kurdistan telah membentuk komite bersama untuk mengatur waktu dan mekanisme guna menggelar referendum,” lanjut pernyataan mereka, seperti dikutip IB Times, semalam (2/4/2017).

Aspirasi kemerdekaan telah disampaikan Presiden Kurdi Masoud Barzani saat bertemu dengan Sekretatis Jenderal PBB Antonio Guterres di Erbil pada hari Sabtu lalu. Pertemuan itu juga untuk membahas referendum Kurdi.

Menurut media Irak, dalam pertemuan itu Guterres belum secara pasti memberikan dukungan kemerdekaan kepada Kurdi. PBB dalam siaran pers usai pertemuan tersebut tidak menyebutkan dukungan kemerdekaan Kurdi. Tapi, Guterres mengatakan bahwa solidaritas internasional sangat penting untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Kurdi.

Kurdi sudah berambisi untuk memiliki negara sendiri sejak akhir abad 19, namun ambisi itu belum pernah terwujud. Kurdi selama ini dikenal aktif dalam memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Irak. Namun, Kurdi yang berada di dekat perbatasan Turki telah diperangi pasukan pemerintah Presiden Tayyip Erdogan karena dianggap kelompok teroris.

Setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan akhir Perang Dunia I, Kurdi terpecah di tiga wilayah, yakni di Irak, Turki dan Suriah. Di masing-masing wilayah itu, Kurdi memiliki wilayah pemerintahan otonom.

Di era rezim Presiden Saddam Hussein, Kurdi di Irak dilaporkan menjadi korban genosida sejak 1970-an yang dipelopori Partai Baath pendukung Saddam.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
51 menit yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
1 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
2 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
8 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
9 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved