Pakar Bongkar Standar Ganda AS Terkait Senjata Nuklir Korea Utara
Rabu, 30 Agustus 2023 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Washington juga masih menolak mengutuk proliferasi nuklir yang dilakukan sekutunya, Pakistan dan Israel.
Dr David Oualaalou mengatakan kepada Sputnik bahwa Korea Utara terpaksa mengembangkan penangkal nuklirnya sendiri "karena selalu ada ancaman terhadap mereka" dari Amerika Serikat, satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata atom di negara lain.
Baca juga: Warga China Borong Garam Rusia saat Jepang Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut
Dia mengatakan dinamika geopolitik saat ini hanya menegaskan keputusan itu, mengingat aliansi baru AUKUS yang akan membuat AS dan Inggris menyediakan kapal selam nuklir bersenjata rudal jelajah ke Australia.
“Kemudian Anda lihat juga perjanjian yang kita (AS) buat dengan Korea Selatan bahwa kita akan memindahkan beberapa kapal selam nuklir ke sana,” ujar pakar internasional tersebut.
Dia menjelaskan, “Kemudian kini terdapat aliansi yang baru saja dideklarasikan antara AS, Jepang, dan Korea Selatan. Lalu kini ada Indonesia yang membeli F-15 dari AS. Lalu ada Filipina: kita menyatakan secara terbuka dukungan kami terhadap Filipina.”
"Semua ini membuat Korea Utara berpikir dua kali untuk mengatakan 'kita harus mempertahankan diri dengan cara apa pun', karena semakin banyak senjata nuklir mendekati perbatasan mereka, maka mereka akan semakin khawatir," papar Oualaalou.
Dr David Oualaalou mengatakan kepada Sputnik bahwa Korea Utara terpaksa mengembangkan penangkal nuklirnya sendiri "karena selalu ada ancaman terhadap mereka" dari Amerika Serikat, satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata atom di negara lain.
Baca juga: Warga China Borong Garam Rusia saat Jepang Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut
Dia mengatakan dinamika geopolitik saat ini hanya menegaskan keputusan itu, mengingat aliansi baru AUKUS yang akan membuat AS dan Inggris menyediakan kapal selam nuklir bersenjata rudal jelajah ke Australia.
“Kemudian Anda lihat juga perjanjian yang kita (AS) buat dengan Korea Selatan bahwa kita akan memindahkan beberapa kapal selam nuklir ke sana,” ujar pakar internasional tersebut.
Dia menjelaskan, “Kemudian kini terdapat aliansi yang baru saja dideklarasikan antara AS, Jepang, dan Korea Selatan. Lalu kini ada Indonesia yang membeli F-15 dari AS. Lalu ada Filipina: kita menyatakan secara terbuka dukungan kami terhadap Filipina.”
"Semua ini membuat Korea Utara berpikir dua kali untuk mengatakan 'kita harus mempertahankan diri dengan cara apa pun', karena semakin banyak senjata nuklir mendekati perbatasan mereka, maka mereka akan semakin khawatir," papar Oualaalou.
Lihat Juga :