10 Fakta Unik Gedung Putih, Salah Satunya Hantu Washington Hanya Mitos
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Kebakaran pada Malam Natal tahun 1929 memusnahkan sebagian Sayap Barat dan Kantor Oval pada masa Pemerintahan Herbert Hoover. Hoover meninggalkan pesta Natal untuk mengarahkan upaya pemadaman kebakaran secara pribadi, dibantu oleh Ulysses S. Grant III, seorang pejabat kota.
Hoover juga sempat memasuki Ruang Oval selama kebakaran, namun dia dibawa pergi oleh Dinas Rahasia. Kobaran api bermula dari cerobong asap perapian yang tersumbat.
Dipimpin oleh Alice Paul, para pengunjuk rasa tinggal di depan Gedung Putih selama dua tahun, dengan lebih dari 200 penangkapan. Tekanan tersebut membantu keberhasilan upaya untuk meloloskan Amandemen ke-19.
Sayap Barat diperluas di bawah William Howard Taft dan Franklin D. Roosevelt, tetapi Teddy-lah yang membangun fasilitas tersebut. Thomas Jefferson telah memulai idenya 100 tahun sebelumnya, tetapi pembangunannya membutuhkan waktu lama di Washington.
Teddy meratakan beberapa konservatori dan mendirikan gedung perkantoran “sementara”, untuk dihubungkan ke Gedung Putih utama menggunakan galeri bertiang. Presiden Taft menambahkan Ruang Oval ke Sayap Barat.
![10 Fakta Unik Gedung Putih, Salah Satunya Hantu Washington Hanya Mitos]()
Foto/Reuters
Presiden Harry S. Truman dipaksa keluar dari Gedung Putih dan tinggal di Gedung Blair setelah para pejabat memutuskan bahwa Gedung Putih yang sudah tua hampir runtuh. Rupanya, anggaran perbaikan di bawah pemerintahan FDR diabaikan, bahkan ketika lebih banyak staf Gedung Putih ditambahkan ke dalam daftar gaji.
Pada tahun 1948, para insinyur menemukan bahwa strukturnya tidak kokoh dan hampir runtuh. Truman kemudian mempelopori proyek renovasi dan restorasi besar-besaran, yang selesai pada tahun 1952.
![10 Fakta Unik Gedung Putih, Salah Satunya Hantu Washington Hanya Mitos]()
Foto/Reuters
Saat Truman tinggal di Rumah Blair, dua nasionalis Puerto Rico berusaha menyerbu Rumah Blair dan membunuh Truman saat dia sedang tidur siang di dalam kediaman tersebut. Setelah baku tembak selama 38 detik, satu penyerang tewas, dan seorang petugas polisi Gedung Putih terluka parah.
Hoover juga sempat memasuki Ruang Oval selama kebakaran, namun dia dibawa pergi oleh Dinas Rahasia. Kobaran api bermula dari cerobong asap perapian yang tersumbat.
5. Para aktivis hak pilih melakukan protes di Gedung Putih selama dua tahun.
Pertarungan sengit mengenai hak perempuan untuk memilih mencapai puncaknya pada tahun 1917, ketika para aktivis hak pilih (suffragette) menjadi pemilih pertama di gerbang Gedung Putih, dalam upaya untuk menarik perhatian Presiden Woodrow Wilson.Dipimpin oleh Alice Paul, para pengunjuk rasa tinggal di depan Gedung Putih selama dua tahun, dengan lebih dari 200 penangkapan. Tekanan tersebut membantu keberhasilan upaya untuk meloloskan Amandemen ke-19.
6. Teddy Roosevelt menciptakan Sayap Barat.
Sayap Barat diperluas di bawah William Howard Taft dan Franklin D. Roosevelt, tetapi Teddy-lah yang membangun fasilitas tersebut. Thomas Jefferson telah memulai idenya 100 tahun sebelumnya, tetapi pembangunannya membutuhkan waktu lama di Washington.
Teddy meratakan beberapa konservatori dan mendirikan gedung perkantoran “sementara”, untuk dihubungkan ke Gedung Putih utama menggunakan galeri bertiang. Presiden Taft menambahkan Ruang Oval ke Sayap Barat.
7. Gedung Putih hampir dikecam pada tahun 1948.

Foto/Reuters
Presiden Harry S. Truman dipaksa keluar dari Gedung Putih dan tinggal di Gedung Blair setelah para pejabat memutuskan bahwa Gedung Putih yang sudah tua hampir runtuh. Rupanya, anggaran perbaikan di bawah pemerintahan FDR diabaikan, bahkan ketika lebih banyak staf Gedung Putih ditambahkan ke dalam daftar gaji.
Pada tahun 1948, para insinyur menemukan bahwa strukturnya tidak kokoh dan hampir runtuh. Truman kemudian mempelopori proyek renovasi dan restorasi besar-besaran, yang selesai pada tahun 1952.
8. Terjadi penyerangan pada rumah presiden pada tahun 1950.

Foto/Reuters
Saat Truman tinggal di Rumah Blair, dua nasionalis Puerto Rico berusaha menyerbu Rumah Blair dan membunuh Truman saat dia sedang tidur siang di dalam kediaman tersebut. Setelah baku tembak selama 38 detik, satu penyerang tewas, dan seorang petugas polisi Gedung Putih terluka parah.
Lihat Juga :