Barat Bingung dengan Strategi Perang Ukraina Lawan Rusia

Rabu, 23 Agustus 2023 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Kementerian Pertahanan Rusia memperkirakan 45.000 tentara Ukraina telah tewas dalam dua bulan pertempuran terakhir. Selain itu, Kyiv juga kehilangan lebih dari 5.000 kendaraan tempur tanpa menembus pertahanan pasukan Moskow.

“Hanya dengan perubahan taktik dan langkah dramatis, tempo serangan balasan bisa berubah,” kata seorang pejabat AS kepada New York Times.

Sumber lain yang dikutip dalam laporan tersebut berpendapat bahwa hal itu mungkin sudah terlalu terlambat.

Bagi pejabat AS dan Inggris, desakan Kyiv untuk mempertahankan kekuatan besar di timur sangat membingungkan, karena doktrin Barat menyerukan komitmen pada upaya utama yang jelas.

Mereka berpendapat bahwa kekuatan yang lebih kecil dapat berfungsi untuk menekan para pasukan Rusia, dan sementara Ukraina secara teoritis memiliki pasukan yang cukup untuk merebut kembali Bakhmut. "Hal itu akan menyebabkan kerugian dalam jumlah besar untuk keuntungan strategis yang kecil," ujar salah seorang pejabat Barat tersebut.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley, Panglima Militer Inggris Laksamana Sir Tony Radakin, dan Komandan Tertinggi Sekutu NATO Eropa Christopher Cavoli semua mendesak jenderal top Ukraina Valery Zaluzhny untuk fokus pada front selatan dalam seruan 10 Agustus lalu. Jenderal Zaluzhny, lanjut New York Times, seharusnya setuju.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Trump: Serangan ke Iran...
Trump: Serangan ke Iran Akan Berakhir sampai Saya Bilang "Cukup"
Rekomendasi
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
Madam Halimah Yacob...
Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved