Kibarkan Bendera LGBTQ+ , Perempuan Pemilik Toko Ditembak
Selasa, 22 Agustus 2023 - 10:25 WIB
loading...
Bunga dan tanda duka atas penembakan pendukung LGBTQ+ di AS. Foto/CNN
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pemilik toko pakaian California Selatan ditembak dan dibunuh setelah pertengkaran tentang bendera pelangi Pride yang digantung di luar tokonya. Itu menunjukkan komunitas LGBTQ + terus menghadapi kekerasan dan ancaman di seluruh Amerika Serikat (AS).
"Laura Ann 'Lauri' Carleton, 66, meninggal akibat luka tembak Jumat malam di tokonya, Mag.Pi, di Cedar Glen, sekitar 80 mil dengan mobil di timur Los Angeles," demikian keterangan Kantor Sheriff San Bernardino, dilansir CNN.
Tersangka penembak perempuan juga tewas setelah terjadi baku tembak dengan aparat kepolisian.
"Detektif mengetahui bahwa tersangka membuat beberapa komentar yang meremehkan tentang bendera pelangi yang berdiri di luar toko sebelum menembak Carleton," demikian keterangan Kantor Sheriff San Bernardino. Penyidik belum mengidentifikasi tersangka; tidak ada anggota kepolisian yang terluka dalam baku tembak tersebut.
Serangan itu terjadi ketika orang-orang LGBTQ+ dan pendukungnya menghadapi ancaman dan tindakan kekerasan bersamaan dengan “gelombang undang-undang anti-LGBTQ+ yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2023."
"Laura Ann 'Lauri' Carleton, 66, meninggal akibat luka tembak Jumat malam di tokonya, Mag.Pi, di Cedar Glen, sekitar 80 mil dengan mobil di timur Los Angeles," demikian keterangan Kantor Sheriff San Bernardino, dilansir CNN.
Tersangka penembak perempuan juga tewas setelah terjadi baku tembak dengan aparat kepolisian.
"Detektif mengetahui bahwa tersangka membuat beberapa komentar yang meremehkan tentang bendera pelangi yang berdiri di luar toko sebelum menembak Carleton," demikian keterangan Kantor Sheriff San Bernardino. Penyidik belum mengidentifikasi tersangka; tidak ada anggota kepolisian yang terluka dalam baku tembak tersebut.
Serangan itu terjadi ketika orang-orang LGBTQ+ dan pendukungnya menghadapi ancaman dan tindakan kekerasan bersamaan dengan “gelombang undang-undang anti-LGBTQ+ yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2023."
Lihat Juga :