Untuk Pertama Kali, Polisi Wanita Dikerahkan Amankan Pelaksanaan Ibadah Haji
Kamis, 30 Juli 2020 - 09:53 WIB
loading...
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Arab Saudi mengerahkan personel wanita mereka untuk membantu mengamankan prosesi ibadah haji di Makkah. Foto/REUTERS
A
A
A
MAKKAH - Untuk pertama kalinya, Arab Saudi mengerahkan personel wanita mereka untuk membantu mengamankan prosesi ibadah haji di Makkah. Pengerahan personel wanita ini menunjukan Saudi yang lebih terbuka.
Menyusul pengumuman pemerintah tahun lalu bahwa wanita dapat bergabung dengan dinas militer, para perwira wanita telah dapat bergabung dengan rekan-rekan pria mereka dalam menjaga kota suci saat pelaksanaan ibadah haji.
( Baca juga: Pembatasan Ibadah Haji, Perekonomian Masyarakat Arab Saudi Terpukul )
"Ini adalah sumber kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal," ucap Afnan Abu Hussein, salah satu personel wanita yang dikerahkan ke Makkah, seperti dilansir Arab News pada Kamis (30/7/2020).
Sementara itu, Direktur Jenderal Urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan Saudi, Sari Asiri menegaskan bahwa protokol dan pemeriksaan ketat diterapkan, bukan hanya para jamaah tapi juga kepada seluruh orang yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dia menuturkan, pihaknya melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesehatan para jamaah sebelum kedatangan mereka di Mekah. ( Baca juga: Penampakan Tawaf Ibadah Haji dalam Masa Pandemi di Masjidil Haram )
"Kami mengunjungi setiap peziarah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatan mereka, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel mereka di Mekah," kata Asiri.
Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini, jelasnya, juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19 dan rumah sakit, dan pusat kesehatan Mekah telah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.
Menyusul pengumuman pemerintah tahun lalu bahwa wanita dapat bergabung dengan dinas militer, para perwira wanita telah dapat bergabung dengan rekan-rekan pria mereka dalam menjaga kota suci saat pelaksanaan ibadah haji.
( Baca juga: Pembatasan Ibadah Haji, Perekonomian Masyarakat Arab Saudi Terpukul )
"Ini adalah sumber kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Haji adalah musim yang sangat sibuk bagi kami, tidak seperti hari-hari normal," ucap Afnan Abu Hussein, salah satu personel wanita yang dikerahkan ke Makkah, seperti dilansir Arab News pada Kamis (30/7/2020).
Sementara itu, Direktur Jenderal Urusan Haji dan Umrah di Kementerian Kesehatan Saudi, Sari Asiri menegaskan bahwa protokol dan pemeriksaan ketat diterapkan, bukan hanya para jamaah tapi juga kepada seluruh orang yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Dia menuturkan, pihaknya melakukan proses seleksi yang ketat untuk memastikan kesehatan para jamaah sebelum kedatangan mereka di Mekah. ( Baca juga: Penampakan Tawaf Ibadah Haji dalam Masa Pandemi di Masjidil Haram )
"Kami mengunjungi setiap peziarah di rumah mereka dan melakukan tes keseluruhan untuk kondisi kesehatan mereka, dan kami memantau mereka setiap hari sampai mereka tiba di hotel mereka di Mekah," kata Asiri.
Semua pekerja yang melayani jemaah haji tahun ini, jelasnya, juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19 dan rumah sakit, dan pusat kesehatan Mekah telah disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat apa pun.
(esn)
Lihat Juga :