Pembatasan Ibadah Haji, Perekonomian Masyarakat Arab Saudi Terpukul
Kamis, 30 Juli 2020 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya masyarakat Saudi yang terdampak. Pebisnis yang selama ini terkait langsung dengan dinamika haji dan umroh juga terdampak. Peternak sapi di Kenya yang sering melakukan impor menuju Arab Saudi juga terdampak. Patrick Kimani dari Asosiasi Produsen Peternakan Kenya mengatakan banyak ternaknya yang tidak terjual, sebab permintaan dari Arab Saudi menurun. Padahal, biasanya mereka mengimpor hingga 5.000 sapi selama haji. (Baca juga: Ternyata Jumlah Jamaah Haji Tak Hanya 1.000 tapi 10.000 Orang)
“Kami sekarang mencoba menjualnya di pasar lokal,” ujar Patrick. “Namun, kami tidak dapat menyangkal merasa cemas. Pasalnya, dengan banyaknya pasokan maka harganya akan turun. Semua sapi yang ditawarkan kepada pemborong akan ‘dibuang’ dan dijual dengan harga rendah supaya penjualannya berlangsung cepat.”
Perusahaan agen haji juga berada di ambang kebangkrutan. Shahzad Tajj, pemilik agen haji dan umrah di Pakistan, mengaku roda bisnisnya tidak berputar. Padahal, tahun lalu Pakistan mengirimkan jamaah haji terbanyak ke Arab Saudi. Akhirnya, Shahzad mau tidak mau merampingkan jumlah karyawannya ke titik minimal.
“Pada dasarnya, bisnis kami nol besar,” ujar Shahzad. “Bahkan, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan traveling tidak berjalan, mulai logistik hingga penerbangan. Kami benar-benar tidak siap untuk menghadapi krisis ini. Akhirnya kami terpaksa menjual aset, mobil, dan properti yang kami miliki demi bertahan.”
Seperti diketahui, musim haji tahun ini berlangsung berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain jumlah jamaah dibatasi sekitar 1.000 orang, hanya warga Arab Saudi dan ekspatriat yang berkesempatan mengikuti pelaksanaan ziarah Islam tahunan tersebut. (Baca juga: Permintaan Maaf Mendikbud Harus Diikuti Kebijakan Positif)
Seluruh jamaah juga diwajibkan mengenakan masker, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, menjalani pemeriksaan kesehatan, dan melalui isolasi sebelum dan sesudah menjalani ibadah haji. Menteri Urusan Haji Arab Saudi Mohammed Saleh Binten mengatakan bahwa jamaah akan dikarantina di rumah dan di hotel.
“Kami sekarang mencoba menjualnya di pasar lokal,” ujar Patrick. “Namun, kami tidak dapat menyangkal merasa cemas. Pasalnya, dengan banyaknya pasokan maka harganya akan turun. Semua sapi yang ditawarkan kepada pemborong akan ‘dibuang’ dan dijual dengan harga rendah supaya penjualannya berlangsung cepat.”
Perusahaan agen haji juga berada di ambang kebangkrutan. Shahzad Tajj, pemilik agen haji dan umrah di Pakistan, mengaku roda bisnisnya tidak berputar. Padahal, tahun lalu Pakistan mengirimkan jamaah haji terbanyak ke Arab Saudi. Akhirnya, Shahzad mau tidak mau merampingkan jumlah karyawannya ke titik minimal.
“Pada dasarnya, bisnis kami nol besar,” ujar Shahzad. “Bahkan, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan traveling tidak berjalan, mulai logistik hingga penerbangan. Kami benar-benar tidak siap untuk menghadapi krisis ini. Akhirnya kami terpaksa menjual aset, mobil, dan properti yang kami miliki demi bertahan.”
Seperti diketahui, musim haji tahun ini berlangsung berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain jumlah jamaah dibatasi sekitar 1.000 orang, hanya warga Arab Saudi dan ekspatriat yang berkesempatan mengikuti pelaksanaan ziarah Islam tahunan tersebut. (Baca juga: Permintaan Maaf Mendikbud Harus Diikuti Kebijakan Positif)
Seluruh jamaah juga diwajibkan mengenakan masker, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, menjalani pemeriksaan kesehatan, dan melalui isolasi sebelum dan sesudah menjalani ibadah haji. Menteri Urusan Haji Arab Saudi Mohammed Saleh Binten mengatakan bahwa jamaah akan dikarantina di rumah dan di hotel.
Lihat Juga :