Bos Wagner Gembira Dapat Memaksa AS Ubah Kebijakan di Niger

Rabu, 09 Agustus 2023 - 09:21 WIB
loading...
Bos Wagner Gembira Dapat...
Kepala Wagner Group Evgeny Prigozhin. Foto/ria novosti
A A A
MINSK - Kepala Wagner Group Evgeny Prigozhin bangga dengan anggota perusahaan militer swastanya karena hanya menyebut nama mereka dapat memaksa Amerika Serikat (AS) mengubah kebijakannya.

Penjabat Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland baru-baru ini mendesak pemerintah militer baru Niger untuk tidak meminta bantuan kontraktor Rusia.

Berbicara kepada wartawan melalui telepon pada Selasa (8/8/2023), Prigozhin diminta mengomentari kunjungan pribadi Nuland ke Niger dan nasihatnya kepada pemerintah baru untuk tidak membuat kesepakatan apa pun dengan Wagner.

“Saya bangga dengan anak laki-laki dari Wagner,” ujar Prigozhin. “Memikirkan mereka saja membuat ISIS dan Al Qaeda kecil, penurut, anak-anak lelaki yang lembut. Dan AS telah mengakui pemerintah yang tidak diakuinya kemarin hanya untuk menghindari pertemuan dengan PMC Wagner di negara tersebut.”

“Ini membawa kegembiraan, Bu Nuland,” gurau dia.

Salah satu anggota pemerintahan militer baru di Niger, Jenderal Salifou Moody, dikabarkan meminta bantuan Wagner untuk membantu mengamankan kekuasaan mereka.

Para pemimpin kudeta saat ini menghadapi tenggat waktu yang semakin dekat untuk mengembalikan presiden terguling Mohamed Bazoum ke tampuk kekuasaan atau menghadapi kemungkinan intervensi militer oleh negara-negara tetangga.

Baca juga: AS Kerahkan 3.000 Tentara ke Timur Tengah, Ini Alasannya

Pada Senin, Nuland, yang berperan dalam peristiwa menjelang kudeta yang didukung Barat di Ukraina pada tahun 2014, mengungkapkan dia secara pribadi telah bertemu dengan kepala pertahanan Niger saat ini Moussa Barmou dan tiga komandan senior lainnya untuk mendesak mereka mengembalikan ketertiban di dalam negeri.

Pejabat AS juga mengklaim memperingatkan Barmou agar tidak meminta bantuan Wagner Rusia, dengan mengatakan kelompok Prigozhin adalah "ancaman bagi negara-negara di mana dia hadir."

Namun, para pemimpin baru Niger tampaknya menahan diri untuk tidak membuat komitmen tegas apa pun tentang masalah ini.

Moskow, sementara itu, mengatakan menentang campur tangan asing dalam situasi di Niger, dengan alasan kemungkinan besar akan gagal mengubah situasi menjadi lebih baik.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan harapan bahwa negara yang bergolak itu akan segera kembali ke "normalitas konstitusional".
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved