Singapura Khawatir Ketegangan AS-China akan Berkepanjangan

Rabu, 29 Juli 2020 - 15:00 WIB
loading...
Singapura Khawatir Ketegangan...
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong mengatakan, ia khawatir ketegangan AS-China akan terus berlanjut di luar pemilihan presiden AS tahun ini. Foto/REUTERS
A A A
SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura , Lee Hsien Loong mengatakan, ia khawatir ketegangan Amerika Serikat (AS)- China akan terus berlanjut di luar pemilihan presiden AS tahun ini. Dia menyoroti konsensus bipartisan tentang memperlakukan China sebagai ancaman.

Lee berbicara pada dialog virtual yang diselenggarakan oleh Dewan Atlantik, sebuah lembaga pemikir Amerika, di mana ia menyentuh tanggapan negara Asia terhadap ketegangan AS-China.

( Baca juga: China Luncurkan Tiga Satelit ke Orbit, Salah Satunya Pemburu Materi Gelap )

Ditanya apakah dia mengharapkan hubungan AS-China membaik setelah pemilihan presiden AS, Lee mengatakan dia sangat berharap hal itu terjadi. Namun, dia mengaku khawatir ketegangan ini akan berkepanjangan, bahkan setelah pemilihan presiden AS.

"Secara historis dalam tahun-tahun pemilihan presiden, hubungan AS-China selalu terjerat dalam kampanye presiden. Dan setelah itu, setelah beberapa waktu ketika pemerintahan baru terbentuk, Anda mulai memahami seperti apa, sebenarnya, dunia ini seperti apa dan keadaan mulai tenang," ucap Lee, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu (29/7/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved