Gedung Putih Ketakutan Trump Bisa Kalahkan Biden di Pemilu 2024
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 17:45 WIB
loading...
Mantan Presiden AS dan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menutupi wajahnya dari lampu saat mengadakan rapat umum kampanye di Erie, Pennsylvania, AS, 29 Juli 2023. Foto/REUTERS/Lindsay DeDario
A
A
A
WASHINGTON - Dakwaan terhadap Donald Trump menunjukkan pemerintahan Joe Biden berusaha mencegah presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 itu berkampanye secara efektif dalam pemilihan umum 2024.
Para pengamat menjelaskan hal itu kepada Sputnik. Mantan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (3/8/2023) mengaku tidak bersalah atas empat dakwaan federal terkait dugaan upayanya membatalkan hasil pemilu 2020. Sidang pertama untuk persidangan dijadwalkan pada 28 Agustus.
Mantan Presiden AS didakwa awal pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan Penasihat Khusus Jack Smith terhadap dugaan dorongan Trump untuk membalikkan hasil pemilu, yang diikuti penyerbuan US Capitol pada 6 Januari 2021.
“Kasus yang diajukan terhadap Trump pada hari Kamis adalah contoh lain dari intervensi yudisial dalam proses pemilu,” ungkap Dr Harvey Schantz, profesor ilmu politik di Universitas Negeri New York di Plattsburgh.
Dia menambahkan, “Dakwaan presiden AS ke-45 memasuki inti dari sistem politik Amerika karena melibatkan pengalihan kekuasaan dari presiden Partai Republik ke presiden Partai Demokrat.”
Para pengamat menjelaskan hal itu kepada Sputnik. Mantan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (3/8/2023) mengaku tidak bersalah atas empat dakwaan federal terkait dugaan upayanya membatalkan hasil pemilu 2020. Sidang pertama untuk persidangan dijadwalkan pada 28 Agustus.
Mantan Presiden AS didakwa awal pekan ini sebagai bagian dari penyelidikan Penasihat Khusus Jack Smith terhadap dugaan dorongan Trump untuk membalikkan hasil pemilu, yang diikuti penyerbuan US Capitol pada 6 Januari 2021.
“Kasus yang diajukan terhadap Trump pada hari Kamis adalah contoh lain dari intervensi yudisial dalam proses pemilu,” ungkap Dr Harvey Schantz, profesor ilmu politik di Universitas Negeri New York di Plattsburgh.
Dia menambahkan, “Dakwaan presiden AS ke-45 memasuki inti dari sistem politik Amerika karena melibatkan pengalihan kekuasaan dari presiden Partai Republik ke presiden Partai Demokrat.”
Lihat Juga :