Mengincar China di Pasifik, AS Kembangkan Misil yang Mampu Terbang Lebih Jauh

Rabu, 02 Agustus 2023 - 21:44 WIB
loading...
A A A
Karako mengatakan biaya untuk menyalakan kembali atau menggunakan bahan kimia peledak baru dalam senjata di inventaris AS bisa mencapai miliaran dolar, menambahkan bahwa angka tersebut sangat bergantung pada senjata mana yang ditenagai ulang, dan berapa banyak yang dimodifikasi atau dibeli.

Iain Overton, direktur eksekutif organisasi nirlaba Action on Armed Violence, mengatakan perlombaan untuk mengubah senjata yang sudah mematikan bukanlah kemajuan.

"Sejarah dikatakan berulang, dan dalam artian perlombaan senjata selalu berakhir dengan buruk," katanya. "Apakah senjata yang lebih besar dan lebih mematikan membuat kita lebih aman? Jawabannya tegas: tidak. Dalam dekade terakhir, ketika senjata peledak digunakan di daerah berpenduduk, 90% dari mereka yang dilaporkan tewas atau terluka secara global adalah warga sipil."

RUU pertahanan tahunan versi DPR mengharuskan Pentagon untuk menjalankan program percontohan CL-20 yang mengganti bahan peledak atau propelan di tiga senjata yang ada.

Versi DPR tidak menyebutkan senjata apa pun, tetapi Bob Kavetsky dengan Pusat Teknologi Energetika mengatakan kandidat

Bahan kimia baru itu termasuk rudal anti-kapal jarak jauh buatan Lockheed Martin dan rudal udara-ke-permukaan jarak jauh. Kandidat lainnya termasuk rudal anti-kapal Harpoon buatan Boeing dan senjata anti-tank Javelin buatan Lockheed dan RTX.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Intelijen Israel Bisiki...
Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump
Rekomendasi
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Berita Terkini
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved