Persaingan Misil Hipersonik Kian Ketat

Rabu, 29 Juli 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
China juga telah memamerkan senjata hipersonik DF-17 selama parade militer. AS menyadari ketertinggalan dari Rusia dan China sehingga berencana menggelontorkan anggaran miliaran dolar demi mempercepat proses pengembangan. (Baca juga: Kuota Siswa Titipan di Tangsel 1.600 Pertahun)

“Saya yakin, AS akan mampu mengejar ketertinggalan,” ujar Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Strategi, Perencanaan, dan Kapabilitas, Vic Mercado, dikutip CNN. Pejabat senior pertahanan AS mengatakan ketertinggalan AS atas Rusia dan China dalam persaingan senjata hipersonik ialah akibat penolakan penggunaan senjata hipersonik.

“Selama empat hingga lima dekade, AS telah menjadi negara nomor wahid dalam teknologi hipersonik,” ujar pejabat itu. “Namun, AS tidak mau menggunakannya sebagai alat pertempuran sebelum akhirnya senjata itu dikembangkan negara lain. Kami mau tidak mau juga harus mengembangkannya,” katanya.

Program senjata hipersonik AS akan fokus pada pengembangan sistem peluncuran dan misil. Sistem itu tidak hanya meningkatkan kecepatan, tapi juga manuver abilitas dan daya jangkau. Biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan misil balistik.

Misil hipersonik lain yang akan dikembangkan AS ialah generasi baru dari misil Tomahawk. Misil itu diyakini bisa meluncur sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan Tomahawk biasa. Pejabat senior AS menyatakan Tomahawk hipersonik akan menjalani uji coba pada tahun ini. (Lihat videonya: Mengaku Bisa Gandakan Uang triliunan, Seorang Dukun di Malang Diciduk Polisi)

Misil-misil hipersonik itu akan saling melengkapi dalam taktik penyerangan mulai dari penyerangan sistem pertahanan udara hingga pengeboman. Salah satu perbedaan misil hipersonik AS dengan negara pesaingnya ialah misil hipersonik AS tidak didesain bisa dipasangi nuklir. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Ngeri! Kebakaran Pabrik...
Ngeri! Kebakaran Pabrik Sepatu, Puluhan Pekerja Tewas
Rekomendasi
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved