Terungkap, Ukraina Gunakan Roket Korut Buat Serang Pasukan Rusia

Sabtu, 29 Juli 2023 - 11:32 WIB
loading...
Terungkap, Ukraina Gunakan...
Pasukan Ukraina menggunakan roket asal Korea Utara untuk menggempur tentara Rusia. Foto/Financial Times
A A A
KIEV - Pasukan Ukraina dilaporkan menggunakan roket dari Korea Utara (Korut) untuk menyerang posisi pasukan Rusia . Penggunaan senjata asal Korut oleh Ukraina belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Financial Times diperlihatkan senjata Korut oleh pasukan Ukraina yang mengoperasikan sistem peluncur roket ganda (MLRS) Grad era Soviet di dekat kota Bakhmut yang hancur.

Kemunculan roket asal Korut ini menyoroti bagaimana konflik terbesar di tanah Eropa sejak Perang Dunia II itu telah menjadi wadah kemunculan beberapa generasi peralatan militer dunia, mulai dari perlatan Soviet yang sudah tua hingga senjata presisi modern.

Seorang komandan artileri Ukraina, Ruslan mengatakan, amunisi Korut tidak disukai oleh pasukannya karena tingkat kerusakannya yang relatif tinggi, dengan banyak yang diketahui salah tembak atau gagal meledak. Menurut penandanya, sebagian besar diproduksi pada 1980-an dan 1990-an.

Terlepas dari masalah keandalan, tentara Ukraina dengan senang hati menggunakannya.

“Kami membutuhkan setiap roket yang bisa kami dapatkan,” kata Ruslan seperti dikutip dari Financial Times, Sabtu (29/7/2023).

Seorang anggota unit Grad Ukraina memperingatkan Financial Times untuk tidak terlalu dekat dengan peluncur roket ketika kru menembakkan amunisi Korut karena mereka sangat tidak dapat diandalkan dan terkadang melakukan hal-hal gila.

Para penembak itu termasuk di antara unit artileri yang mendukung serangan Ukraina terhadap pasukan Rusia di sisi utara dan selatan Bakhmut, yang berada di wilayah timur Donetsk.

Wartawan untuk Getty Images dan Radio Free Europe/Radio Liberty memotret pasukan Ukraina yang memiliki amunisi Korut di wilayah Zaporizhzhia selatan pada akhir Juni dan awal bulan ini, tetapi tidak mengidentifikasi bahwa amunisi itu berasal dari Korut.

Tentara Ukraina mengatakan roket-roket itu telah "disita" dari sebuah kapal oleh negara "sahabat" sebelum dikirim ke Ukraina. Mereka menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Kementerian pertahanan Ukraina menyarankan roket diambil dari pasukan Rusia.

“Kami menangkap tank mereka, kami menyita peralatan mereka dan sangat mungkin ini juga hasil dari tentara Ukraina yang berhasil melakukan operasi militer,” kata penasihat Menteri Pertahanan Ukraina, Yuriy Sak.

“Rusia telah berbelanja berbagai jenis amunisi di semua jenis tirani, termasuk Korea Utara dan Iran,” tambahnya.

Sebelumnya pada bulan Maret, Gedung Putih mengklaim memiliki bukti bahwa Moskow sedang bernegosiasi dengan Pyongyang untuk menukar senjata dengan makanan.

Baca Juga: AS: Rusia Tawarkan Makanan ke Korea Utara untuk Dapatkan Senjata

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby juga menuduh Pyongyang menjual roket dan rudal kepada kelompok Wagner pimpinan Yevgeny Prigozhin pada puncak pertempuran Bakhmut, invasi Rusia yang terpanjang dan paling berdarah. Namun Prigozhin menepis tuduhan itu sebagai "gosip dan spekulasi".

Baca Juga: AS: Korea Utara Jual Senjata ke Grup Wagner Rusia

Grad - namanya diterjemahkan sebagai "hujan es" - adalah MLRS 122mm self-propelled yang dirancang oleh Uni Soviet. Hingga 40 roket dapat ditembakkan oleh satu sistem dalam waktu kurang dari 20 detik dari tabung yang dipasang pada sasis truk Ural.

Kedua belah pihak telah menggunakan peluncur roket Grad sejak Moskow pertama kali menginvasi Ukraina timur menggunakan pasukan proksi reguler dan lokal dengan kedok pemberontakan separatis pada tahun 2014. Human Rights Watch menggambarkan roket Grad “tidak pandang bulu”.

Michael Kofman, anggota senior di program Rusia dan Eurasia di Carnegie Endowment for International Peace, menggambarkan Grad sebagai AK-47 dari MLRS, yang digunakan oleh lusinan pasukan militer di seluruh dunia.

Keberadaan mereka di mana-mana telah mendorong banyak negara untuk membuat amunisi untuk sistem tersebut, termasuk Korut.

Baca Juga: Menhan Rusia dan Pejabat China Hadiri Parade Militer Korea Utara
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved