Putin: Barat Gunakan Dolar sebagai Senjata

Kamis, 27 Juli 2023 - 05:25 WIB
loading...
A A A
Putin menggarisbawahi bahwa blok ekonomi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan tidak ditujukan kepada siapa pun, tetapi bekerja sama untuk kepentingan bersama, termasuk di bidang keuangan. Dia menunjukkan bahwa anggota BRICS sudah semakin banyak menyelesaikan rekening dalam mata uang nasional.

Rousseff setuju bahwa pendekatan ini harus diterapkan oleh negara-negara berkembang pada umumnya. Ia juga mengatakan bahwa tantangan terbesar negara berkembang adalah kemampuan menggalang dana untuk proyek-proyek kepentingan nasional, mulai dari pelayanan sosial hingga isu lingkungan. Masalah ini, menurutnya, terabaikan karena semua orang fokus pada masalah utang.

AS menyumbang sekitar 20% dari hasil ekonomi global, tetapi lebih dari 50% cadangan mata uang dunia disimpan dalam dolar. Persentase itu sebenarnya menyusut selama setahun terakhir, karena sanksi keuangan terhadap Rusia atas konflik Ukraina – termasuk pembekuan cadangan negara dan pemblokiran akses SWIFT – menimbulkan kekhawatiran di negara lain bahwa tindakan tersebut mungkin menargetkan mereka di masa depan.

Baca Juga: Rusia Ungkap Cara Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam bisa Dimulai Lagi

Oktober lalu, Putin berpendapat bahwa AS telah mendiskreditkan lembaga cadangan keuangan internasional dengan mempersenjatai dolar, pertama dengan emisi moneter dan kemudian dengan "mencuri" dana Rusia. Sejak saat itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen setuju bahwa sanksi dapat mendorong beberapa negara meninggalkan dolar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Almarhum Juru Bicara...
Almarhum Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Dibawa ke Jakarta Besok
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Berita Terkini
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved