Pertama Kalinya, AS Kirim Drone Mata-mata Black Hornet ke Ukraina

Rabu, 26 Juli 2023 - 05:48 WIB
loading...
Pertama Kalinya, AS...
AS untuk pertama kalinya mengirimkan drone mata-mata mini Black Hornet ke Ukraina. Foto/CNet
A A A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket bantuan militer terbaru untuk Ukraina senilai USD400 juta atau sekitar Rp6 triliun. Bantuan terbaru itu termasuk rudal pertahanan udara, kendaraan lapis baja dan drone kecil.

Bantuan terbaru ini diberikan AS saat serangan balasan Ukraina terhadap Rusia terus berlanjut.

Paket bantuan baru, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, akan mencakup untuk pertama kalinya drone pengintai Black Hornet buatan AS yang dibuat oleh Teledyne FLIR Defense, bagian dari Teledyne Technologies.

Baca Juga: AS Tidak Dukung Serangan Ukraina ke Moskow

Hornet buatan Norwegia digunakan di Ukraina melalui sumbangan dari pemerintah Inggris dan Norwegia, kata perusahaan itu. FLIR Unmanned Aerial Systems mendapatkan kontrak senilai USD93 juta pada bulan April untuk menyediakan drone pengintai kecil kepada Angkatan Darat AS.

Selain itu, paket bantuan senjata termasuk amunisi untuk sistem pertahanan udara Patriot dan National Advanced Surface-to-Air Missile Systems (NASMS), sistem anti-pesawat Stinger, lebih banyak amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), Pengangkut Personil Lapis Baja Stryker dan berbagai rudal dan roket lainnya.

Bantuan tersebut didanai menggunakan Presidential Drawdown Authority, atau PDA, yang memberi wewenang kepada presiden untuk segera mentransfer barang dan layanan dari persediaan AS tanpa persetujuan Kongres selama keadaan darurat. Bahan tersebut akan berasal dari persediaan berlebih AS.

Ini adalah paket bantuan keamanan ke-43 yang disetujui oleh AS untuk Ukraina. Lebih dari USD43 miliar (sekitar Rp646 triliun) bantuan militer AS telah diberikan sejak invasi Rusia pada tahun 2022.

Baca Juga: Influencer Amerika Jadi Penari Telanjang di Ukraina sebagai Dukungan selama Perang

Mengomentari pengumuman bantuan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mencatat serangan Rusia di pelabuhan Ukraina dan infrastruktur Ukraina sejak menarik diri dari perjanjian biji-bijian Laut Hitam minggu lalu.

“Rusia dapat mengakhiri perang ini kapan saja dengan menarik pasukannya dari Ukraina dan menghentikan serangan brutalnya terhadap kota-kota dan rakyat Ukraina. Sampai itu terjadi, Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami akan bersatu dengan Ukraina, selama dibutuhkan,” kata Blinken dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (26/7/2023).

Kesepakatan biji-bijian Laut Hitam ditengahi oleh PBB dan Turki setahun yang lalu untuk memerangi krisis pangan global yang diperparah oleh invasi Rusia. Ukraina dan Rusia sama-sama pengekspor biji-bijian terkemuka.

Sebelumnya, Inggris mengatakan bahwa pihaknya memiliki informasi yang mengindikasikan militer Rusia mungkin mulai menargetkan pengiriman sipil di Laut Hitam, sementara Uni Eropa berjanji untuk membantu Ukraina mengekspor hampir semua hasil pertaniannya melalui kereta api dan jalan raya.

Baca Juga: Menlu AS: Pengiriman F-16 ke Ukraina Butuh Beberapa Bulan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved