Korut Tembakkan Rudal Antarbenua usai Ancam Jatuhkan Pesawat AS
Rabu, 12 Juli 2023 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Pyongyang sejauh ini melanjutkan peluncuran rudalnya—menguji coba ICBM baru pada bulan April yang digambarkan sebagai rudal "paling kuat" hingga saat ini. Mereka juga mencoba meluncurkan satelit mata-mata pada bulan Mei, namun gagal.
Coast Guard Jepang melaporkan ICBM Korut terbang ke arah timur dari Pyongyang selama lebih dari satu jam sebelum mendarat di laut di sebelah barat Jepang sekitar pukul 11.15 waktu setempat.
Sedangkan militer Korea Selatan melaporkan penerbangan sudut tinggi dari ICBM Korut menempuh jarak 1.000 km (621 mil).
Pejabat Korea Selatan dan AS bertemu segera setelah peluncuran ICBM Korut hari Rabu, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali pertahanan bersama mereka yang "diperkuat".
"Kami mengutuk keras peluncuran rudal balistik jarak jauh Korea Utara sebagai tindakan provokatif yang merusak perdamaian dan stabilitas semenanjung Korea dan masyarakat internasional dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dikutip BBC.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol juga mengadakan rapat darurat dewan keamanan nasionalnya dari Lithuania, di mana dia menghadiri KTT NATO.
Peluncuran rudal terakhir Korea Utara adalah pada pertengahan Juni ketika mereka menembakkan dua rudal balistik jarak pendek sebagai tanggapan atas latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.
ICBM sangat mengkhawatirkan karena jangkauannya yang jauh, termasuk hingga ke daratan Amerika Serikat.
Tembakan ICBM Korut Pagi Ini
Coast Guard Jepang melaporkan ICBM Korut terbang ke arah timur dari Pyongyang selama lebih dari satu jam sebelum mendarat di laut di sebelah barat Jepang sekitar pukul 11.15 waktu setempat.
Sedangkan militer Korea Selatan melaporkan penerbangan sudut tinggi dari ICBM Korut menempuh jarak 1.000 km (621 mil).
Pejabat Korea Selatan dan AS bertemu segera setelah peluncuran ICBM Korut hari Rabu, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali pertahanan bersama mereka yang "diperkuat".
"Kami mengutuk keras peluncuran rudal balistik jarak jauh Korea Utara sebagai tindakan provokatif yang merusak perdamaian dan stabilitas semenanjung Korea dan masyarakat internasional dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seperti dikutip BBC.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol juga mengadakan rapat darurat dewan keamanan nasionalnya dari Lithuania, di mana dia menghadiri KTT NATO.
Peluncuran rudal terakhir Korea Utara adalah pada pertengahan Juni ketika mereka menembakkan dua rudal balistik jarak pendek sebagai tanggapan atas latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan.
ICBM sangat mengkhawatirkan karena jangkauannya yang jauh, termasuk hingga ke daratan Amerika Serikat.
Lihat Juga :