WHO Sebut Pandemi Covid-19 Darurat Kesehatan Global Terburuk
Senin, 27 Juli 2020 - 18:49 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus sebut pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 16 juta orang adalah darurat kesehatan global terburuk yang dihadapi Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
JENEWA - Pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 16 juta orang adalah darurat kesehatan global terburuk yang dihadapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros mengatakan, hanya dengan kepatuhan ketat pada langkah-langkah kesehatan, mulai dari memakai masker hingga menghindari keramaian dan menjaga jarak sosial, dunia bisa mengalahkan virus tersebut.
( Baca juga: Cegah Covid-19, Anies Imbau Masyarakat Tidak Saksikan Pemotongan Hewan Kurban )
"Di mana langkah-langkah ini diikuti, kasus turun. Di mana tidak, kasus naik," katanya. Dia memuji Kanada, China, Jerman dan Korea Selatan (Korsel) karena mengendalikan wabah.
Dia, seperti dilansir Reuters pada Senin (27/7/2020), kemudian menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan nyawa.
"Kita harus menekan penularan, tetapi pada saat yang sama kita harus mengidentifikasi kelompok-kelompok rentan dan menyelamatkan nyawa, menjaga tingkat kematian jika mungkin menjadi nol, jika tidak seminimal mungkin," katanya.
( Baca juga: Corona Tinggi, Doni Monardo Heran Kondisi Perkantoran Seolah Normal )
Sementara itu, kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan jauh lebih penting daripada definisi gelombang kedua, puncak baru dan cluster lokal, adalah kebutuhan bagi negara-negara di seluruh dunia untuk menjaga pembatasan kesehatan yang ketat seperti jarak fisik.
Tedros mengatakan, hanya dengan kepatuhan ketat pada langkah-langkah kesehatan, mulai dari memakai masker hingga menghindari keramaian dan menjaga jarak sosial, dunia bisa mengalahkan virus tersebut.
( Baca juga: Cegah Covid-19, Anies Imbau Masyarakat Tidak Saksikan Pemotongan Hewan Kurban )
"Di mana langkah-langkah ini diikuti, kasus turun. Di mana tidak, kasus naik," katanya. Dia memuji Kanada, China, Jerman dan Korea Selatan (Korsel) karena mengendalikan wabah.
Dia, seperti dilansir Reuters pada Senin (27/7/2020), kemudian menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan nyawa.
"Kita harus menekan penularan, tetapi pada saat yang sama kita harus mengidentifikasi kelompok-kelompok rentan dan menyelamatkan nyawa, menjaga tingkat kematian jika mungkin menjadi nol, jika tidak seminimal mungkin," katanya.
( Baca juga: Corona Tinggi, Doni Monardo Heran Kondisi Perkantoran Seolah Normal )
Sementara itu, kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan jauh lebih penting daripada definisi gelombang kedua, puncak baru dan cluster lokal, adalah kebutuhan bagi negara-negara di seluruh dunia untuk menjaga pembatasan kesehatan yang ketat seperti jarak fisik.
(esn)