Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan, Pasukan Khusus Inggris Diselidik

Kamis, 06 Juli 2023 - 17:38 WIB
loading...
A A A
Investigasi jangka panjang oleh BBC mengungkap bukti yang dengan jelas menunjukkan bahwa satu unit SAS yang beroperasi di Afghanistan pada tahun 2010 dan 2011 menewaskan 54 orang dalam keadaan yang mencurigakan dalam satu tur enam bulan.

Pelaporan lebih lanjut oleh BBC mengungkap kasus-kasus spesifik yang menimbulkan kekhawatiran di tingkat tertinggi pasukan khusus Inggris, termasuk serangan tahun 2012 di mana unit yang berbeda membunuh dua orang tua dan melukai parah kedua bayi laki-laki mereka.

Kementerian Pertahanan Inggris masih mengejar permintaan untuk semua personel pasukan khusus yang terlibat dalam operasi di Afghanistan untuk secara otomatis diberikan anonimitas, dan untuk semua bukti saksi tentang operasi itu sendiri diadakan dalam audiensi tertutup, jauh dari keluarga yang berduka dan publik.

Pengacara Kementerian Pertahanan, Brian Altman KC, juga mengatakan bahwa kementerian bermaksud untuk mempertahankan kebijakan tidak mengkonfirmasi atau menyangkal sehubungan dengan penamaan unit atau sub-unit pasukan khusus Inggris tertentu, dengan alasan bahwa identifikasi "elemen kekuatan tertentu" akan menimbulkan risiko terhadap kemampuan dan operasi di masa depan.

Pengacara keluarga warga Afghanistan yang terbunuh dalam tujuh operasi pasukan khusus yang terpisah berpendapat bahwa keseluruhan pembatasan yang diminta oleh Kementerian Pertahanan tidak dapat dibenarkan dan secara serius merusak kredibilitas penyelidikan.

Tessa Gregory, seorang mitra di Leigh Day, firma hukum yang mewakili keluarga, mengatakan bahwa kerabat telah menderita bertahun-tahun ditutup-tutupi dan disamarkan serta tetap prihatin bahkan ketika penyelidikan dimulai bahwa Kementerian Pertahanan berusaha menutup pintu terhadap mereka dan mencegah bukti didengar di depan umum.

"Keluarga yang berduka sekarang menaruh kepercayaan mereka pada penyelidikan untuk mengungkap kebenaran," ujar Gregory.

Baca Juga: Inggris dan Sekutunya Latih 17.000 Tentara Ukraina Setahun Terakhir
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved