Ilmuwan Ingatkan AS Tidak Ikuti Langkah Swedia Kejar Kekebalan Kawanan

Senin, 27 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
Ilmuwan Ingatkan AS...
Ilustrasi
A A A
STOCKHOLM - Sebuah tim ilmuwan dari lembaga medis terkemuka Swedia telah mendesak publik Amerika Serikat (AS) untuk "bertahan" sampai ada vaksin dan tidak berusaha untuk menangani pandemi Covid-19 dengan cara Swedia. Swedia diketahui mencoba mengejar kekebalan kawanan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Pendekatan Swedia terhadap Covid-19 telah menyebabkan kematian, kesedihan dan penderitaan. Satu-satunya contoh yang kami siapkan adalah bagaimana tidak menangani penyakit menular yang mematikan," kata 25 peneliti Swedia dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dilansir Sputnik.

(Baca: Normal Baru, Sehari Restoran di Swedia Hanya Terima 1 Tamu )

Para peneliti mendesak para pembuat kebijakan AS untuk belajar dari kesalahan Swedia, karena pendekatan lunak dengan tidak ada penguncian, sebagian besar pembatasan sukarela dan tidak ada kewajiban dalam penggunaan masker.

Sementara dianggap lebih lunak dan liberal, para peneliti itu menyebut, kebijakan tersebut telah menyebabkan memuncaknya angka kematian.

Menurut para peneliti, mendapatkan kekebalan kawanan dalam populasi dengan cara yang berpotensi menekan virus, yang mereka sarankan sebagai strategi penolakan Swedia, adalah cara yang salah.

Mereka mengutip direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan yang mengutuk strategi kekebalan kawanan sebagai aritmatika yang sangat brutal yang tidak menempatkan orang dan kehidupan, dan penderitaan di pusat persamaan itu.

"Terlepas dari apakah kekebalan kawanan adalah tujuan atau efek samping dari strategi Swedia, itu tidak berhasil dengan baik," tulis para peneliti, mengutip Badan Kesehatan Masyarakat Swedia sendiri, yang menurutnya proporsi orang Swedia yang membawa antibodi diperkirakan di bawah 10 persen.

Mereka juga mengutip angka kematian Swedia yang, di mana di Swedia terdapat 556 kematian per satu juta penduduk dibandingkan AS yang hanya 425, serta jumlah kematian lebih dari empat setengah kali lebih besar daripada empat negara Nordic lainnya.

(Baca: Swedia Duduki Peringkat Teratas Kematian Covid-19 per Kapita )

"Kami percaya Swedia dapat digunakan sebagai model, tetapi tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya. Sebagai gantinya dapat berfungsi sebagai kelompok kontrol dan menjawab pertanyaan tentang seberapa efisien jarak sukarela dan tindakan longgar di Swedia dibandingkan dengan penguncian, pengujian agresif, pelacakan dan penggunaan masker," ujarnya.

Sebagai kesimpulan, mereka mendesak masyarakat Amerika untuk "bertahan" sampai ada vaksin dan perawatan medis baru yang meningkatkan prognosis.

Namun, ahli epidemiologi negara Swedia Anders Tegnell, yang dikreditkan dengan strategi negara itu, menyatakan bahwa para penyintas Covid-19 mendapatkan kekebalan.

“Kami tidak melihat orang yang jatuh sakit dua kali karena Covid-19. Oleh karena itu, penilaian kami adalah bahwa jika Anda mendapatkan Covid-19, Anda menjadi kebal,”kata Tegnell, menunjukkan bahwa ini mengurangi risiko infeksi mendekati nol.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved