Pakar Sindir Pemimpin Barat: Prediksi Runtuhnya Rusia Tidak Tahu Sejarah

Sabtu, 17 Juni 2023 - 07:00 WIB
loading...
A A A
“Kesenjangan kekuatan manusia dan kapasitas militer, termasuk produksi senjata, terbukti,” ungkap Raffone.

Dia menunjukkan, “Bahkan (petinggi) militer AS tingkat tinggi telah cukup keras dalam mengisyaratkan bahwa tujuan Ukraina harus 'berkelanjutan', 'realistis', dan 'dapat dicapai.' Dengan kata lain, pemasok senjata dan pelatihan Ukraina mengatakan alasan harus menang atas aspirasi yang sah.”

“Banyaknya garis benteng Rusia di sepanjang garis kontak membuat sangat sulit, atau tidak mungkin, bagi pasukan Ukraina untuk menembus wilayah yang dikuasai Rusia. Serangan mungkin terjadi, seperti yang kita lihat di lapangan, tetapi dengan kerugian yang tinggi dalam hal sumber daya manusia dan persenjataan,” ujar dia.

“Sementara Rusia dapat menggantikan ... kerugian manusia dan perangkat keras, Ukraina kekurangan orang dan bergantung pada pasokan senjata dari luar negeri. Kesediaan dan kondisi ekonomi pendukung Ukraina telah mencapai titik kritis. Dalam beberapa bulan mendatang, rantai dukungan Ukraina akan semakin berkurang,” prediksi Raffone.

De-Nazifikasi Kehilangan Maknanya di Barat


Memang, Putin berbicara tentang kekejaman neo-Nazi di Ukraina, termasuk video yang beredar yang menggambarkan kekejaman tersebut, mencatat tujuan dari operasi militer khusus adalah de-Nazifikasi Ukraina.

“Gagasan de-Nazifikasi ini, yang, tentu saja, merupakan salah satu dasar pendudukan sekutu Jerman dan Austria setelah Perang Dunia kedua, telah kehilangan signifikansinya di Barat,” ungkap Siracusa kepada Sputnik.

“Artinya, audiens Barat tidak terbiasa dengan apa yang presiden bicarakan. Maksud saya, gagasan de-Nazifikasi adalah proyek yang berlangsung selama 100 tahun, Anda hanya tidak menghilangkan DNA dari orang-orang ini dalam semalam. Saya memahaminya dalam istilah sejarahnya yang panjang. Saya pikir itu bisa dijelaskan sedikit lebih baik. Dan saya pikir pers Barat tidak berusaha menjelaskannya sama sekali," ujar dia.

Mengutip Shakespeare, Raffone menyindir bahwa "ada sesuatu yang busuk di Ukraina".

“Sekarang sulit untuk mengatakan bagaimana keseimbangan kekuatan internal Ukraina akan terbentuk. Kepemimpinan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky berada di bawah tekanan dari dalam Ukraina, nasionalis ekstrim, oligarki, populasi yang putus asa, dan dari luar, seperti yang ditunjukkan oleh intensifikasi misi perdamaian atau mediasi,” papar dia.

Dia menjelaskan, “Keberadaan kubu ekstremis Ukraina sudah dikenal sejak tahun 1991. Mereka mungkin menjadi tantangan keamanan yang serius bagi Ukraina dan juga Eropa. Video yang diperlihatkan oleh Putin adalah pengingat sejarah yang luar biasa, tetapi juga merupakan peringatan tentang hasil yang mungkin terjadi.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Gelombang Panas Dahsyat!...
Gelombang Panas Dahsyat! WHO Peringatkan Eropa Hadapi Minggu-Minggu Mematikan
Rekomendasi
Belgia Patahkan Rekor...
Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
Prediksi 5 Negara yang...
Prediksi 5 Negara yang Tidak Akan Terlibat di Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved