Tak Direstui Gabung NATO, Ukraina Bakal Di-Israel-kan oleh AS
Kamis, 15 Juni 2023 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat Rusia menggambarkan permusuhan di Ukraina sebagai bagian dari perang proksi yang dipimpin Amerika Serikat melawan negara mereka. Moskow juga beberapa kali menyebut bahwa ekspansi NATO di Eropa sebagai salah satu penyebab utama konflik saat ini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan telah mengancam akan memboikot KTT NATO yang akan datang di Vilnius, Lithuania, kecuali negaranya diberi peta jalan untuk menjadi anggota.
Sumber The New York Times mengatakan Jerman adalah satu-satunya anggota blok militer yang sepenuhnya memihak Biden dalam masalah ini.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang bertemu dengan pemimpin AS awal pekan ini, dilaporkan menyarankan proposal "kompromi" kepada Kyiv. Itu akan memerlukan janji untuk mempertahankan aliran senjata terlepas dari hasil serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung.
Representasi Kyiv di blok NATO juga akan ditingkatkan ke tingkat dewan, yang dulu dimiliki Rusia sebelum hubungannya dengan Barat memburuk. "Kemudian, Ukraina dapat memainkan peran di dalam NATO seperti yang pernah dilakukan Rusia," tulis surat kabar Amerika itu dalam laporannya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan telah mengancam akan memboikot KTT NATO yang akan datang di Vilnius, Lithuania, kecuali negaranya diberi peta jalan untuk menjadi anggota.
Sumber The New York Times mengatakan Jerman adalah satu-satunya anggota blok militer yang sepenuhnya memihak Biden dalam masalah ini.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang bertemu dengan pemimpin AS awal pekan ini, dilaporkan menyarankan proposal "kompromi" kepada Kyiv. Itu akan memerlukan janji untuk mempertahankan aliran senjata terlepas dari hasil serangan balasan Ukraina yang sedang berlangsung.
Representasi Kyiv di blok NATO juga akan ditingkatkan ke tingkat dewan, yang dulu dimiliki Rusia sebelum hubungannya dengan Barat memburuk. "Kemudian, Ukraina dapat memainkan peran di dalam NATO seperti yang pernah dilakukan Rusia," tulis surat kabar Amerika itu dalam laporannya.
(mas)
Lihat Juga :