7 Fakta Kedekatan Vladimir Putin dan Kim Jong Un
Rabu, 14 Juni 2023 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Korea Utara memberikan dukungan bagi Moskow setelah Rusia menginvasi Ukraina.
Pyongyang menjadi satu-satunya negara yang mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina yang memisahkan diri. Kim Jong Un juga menyatakan dukungan untuk aneksasi yang diproklamirkan Rusia atas bagian-bagian Ukraina.
"'Operasi militer khusus' Moskow di Ukraina telah mengantarkan realitas geopolitik baru di mana Kremlin dan (Korea Utara) dapat menjadi semakin dekat, bahkan mungkin sampai membangkitkan kembali hubungan kuasi-aliansi yang telah ada selama Perang Dingin," Artyom Lukin, seorang profesor di Universitas Federal Timur Jauh di Vladivostok, menulis dalam laporan terbaru untuk 38 North, dilansir Reuters.
"Perlu dicatat bahwa Pyongyang telah mulai menggunakan frasa baru kolaborasi taktis dan strategis untuk menggambarkan hubungannya dengan Rusia," tambah Lukin.
Amerika Serikat menuding Rusia mendekati Korea Utara untuk membeli jutaan amunisi dan senjata lain untuk mengisi kembali persediaannya yang habis akibat perang. Baik Rusia maupun Korea Utara membantah klaim itu.
"Ada alasan untuk meyakini setidaknya beberapa pembatasan perbatasan di pihak Korea Utara akan segera dicabut," kata Lukin, mengutip laporan pemerintah setempat bahwa perdagangan kereta api akan segera diizinkan.
Para pejabat Rusia telah secara terbuka membahas mengerjakan kebijakan politik untuk mempekerjakan 20.000 hingga 50.000 pekerja Korea Utara, meskipun resolusi Dewan Keamanan PBB melarang pengaturan hal tersebut.
Pyongyang menjadi satu-satunya negara yang mengakui kemerdekaan wilayah Ukraina yang memisahkan diri. Kim Jong Un juga menyatakan dukungan untuk aneksasi yang diproklamirkan Rusia atas bagian-bagian Ukraina.
"'Operasi militer khusus' Moskow di Ukraina telah mengantarkan realitas geopolitik baru di mana Kremlin dan (Korea Utara) dapat menjadi semakin dekat, bahkan mungkin sampai membangkitkan kembali hubungan kuasi-aliansi yang telah ada selama Perang Dingin," Artyom Lukin, seorang profesor di Universitas Federal Timur Jauh di Vladivostok, menulis dalam laporan terbaru untuk 38 North, dilansir Reuters.
"Perlu dicatat bahwa Pyongyang telah mulai menggunakan frasa baru kolaborasi taktis dan strategis untuk menggambarkan hubungannya dengan Rusia," tambah Lukin.
Amerika Serikat menuding Rusia mendekati Korea Utara untuk membeli jutaan amunisi dan senjata lain untuk mengisi kembali persediaannya yang habis akibat perang. Baik Rusia maupun Korea Utara membantah klaim itu.
7. Mitra Perdagangan yang Saling Menguntungkan
Sebagian besar perdagangan Korea Utara melewati China, tetapi Rusia juga berpotensi menjadi mitra penting, terutama untuk menyediakan minyak. Moskow membantah melanggar sanksi PBB, tetapi kapal tanker Rusia telah dituduh membantu menghindari pembatasan ekspor minyak ke Korea Utara dan pemantau sanksi melaporkan bahwa buruh tetap berada di Rusia meskipun ada larangan."Ada alasan untuk meyakini setidaknya beberapa pembatasan perbatasan di pihak Korea Utara akan segera dicabut," kata Lukin, mengutip laporan pemerintah setempat bahwa perdagangan kereta api akan segera diizinkan.
Para pejabat Rusia telah secara terbuka membahas mengerjakan kebijakan politik untuk mempekerjakan 20.000 hingga 50.000 pekerja Korea Utara, meskipun resolusi Dewan Keamanan PBB melarang pengaturan hal tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :