4 Strategi AS Mengatasi Kekurangan Prajurit, Rekrut Migran Jadi Alternatif Utama
Selasa, 13 Juni 2023 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
Baik Angkatan Darat dan Angkatan Udara mengatakan mereka tidak akan memenuhi tujuan perekrutan. Angkatan Laut juga diperkirakan akan gagal memenuhi target.
![4 Strategi AS Mengatasi Kekurangan Prajurit, Rekrut Migran Jadi Alternatif Utama]()
Foto/Reuters
Ketidaktertarikan rakyat AS bergabung sebagai prajurit adalah risiko besar dan gaji yang kecil dibandingkan kerja di sektor swasta.
Militer AS pun memberikan insentif lain untuk membantu layanan tersebut bersaing dengan pekerjaan yang seringkali bergaji lebih tinggi dan kurang berisiko di sektor swasta.
Para pemimpin pertahanan mengatakan kaum muda kurang akrab dengan militer, lebih tertarik pada pekerjaan korporat yang memberikan pendidikan serupa dan manfaat lainnya, dan ingin menghindari risiko cedera dan kematian yang dapat ditimbulkan oleh tugas di militer.
Selain itu, mereka mengatakan bahwa sedikit lebih dari 20% memenuhi persyaratan fisik, mental, dan karakter untuk bergabung.
"Kami memiliki populasi besar penduduk resmi AS yang sangat patriotik, mereka sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan negara ini," kata Ed Thomas.
4. Memberikan Insentif

Foto/Reuters
Ketidaktertarikan rakyat AS bergabung sebagai prajurit adalah risiko besar dan gaji yang kecil dibandingkan kerja di sektor swasta.
Militer AS pun memberikan insentif lain untuk membantu layanan tersebut bersaing dengan pekerjaan yang seringkali bergaji lebih tinggi dan kurang berisiko di sektor swasta.
Para pemimpin pertahanan mengatakan kaum muda kurang akrab dengan militer, lebih tertarik pada pekerjaan korporat yang memberikan pendidikan serupa dan manfaat lainnya, dan ingin menghindari risiko cedera dan kematian yang dapat ditimbulkan oleh tugas di militer.
Selain itu, mereka mengatakan bahwa sedikit lebih dari 20% memenuhi persyaratan fisik, mental, dan karakter untuk bergabung.
"Kami memiliki populasi besar penduduk resmi AS yang sangat patriotik, mereka sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan negara ini," kata Ed Thomas.
(ahm)
Lihat Juga :