6 Pemicu Kegagalan Operasi Balasan Ukraina ke Rusia

Selasa, 13 Juni 2023 - 13:08 WIB
loading...
A A A
Pasukan Rusia meskipun tidak dapat menguasai setiap posisi di sepanjang garis depan dengan kekuatan penuh, mereka mampu menciptakan pertahaan yang rumit dan berlapis.

Rusia juga sudah menggali parit, menyiapkan ladang ranjau dan penghalang kendaraan tempur milik Ukraina.

3. Tanpa Dukungan Pesawat Tempur

Pasukan Kyiv berusaha untuk menggunakan senjata dan taktik baru dalam perang. Tapi, mereka tidak memiliki dukungan pesawat tempur.

Ditambah lagi, tujuan serangan balasan Ukraina tidak jelas.

4. Strategi Tipuan dan Kejutan yang Gagal

6 Pemicu Kegagalan Operasi Balasan Ukraina ke Rusia

Foto/Reuters

"Dengan operasi mereka, orang-orang Ukraina berusaha untuk memainkan permainan cangkang ini, permainan tiga kartu ini, di mana mereka mencoba menggunakan kejutan dan penipuan untuk membuat Rusia berkomitmen untuk mempertahankan bagian tertentu dari teater dengan mengorbankan orang lain," analis Institute for the Study of War (ISW) George Barros mengatakan kepada Foreign Policy.

Barros mengatakan, upaya utama Ukraina yang sebenarnya dimaksudkan, kapan pun itu datang, akan menyerang sesuatu yang lain. "Yang lain telah melakukan pengamatan serupa saat operasi serangan balasan berlanjut," katanya.

5. Perlahan, Tapi Belum Pasti

"Kami belum mengirimkan pasukan utama kami," sebuah sumber di Staf Umum Ukraina mengatakan kepada The Economist Sunday, menambahkan bahwa "Rusia belum mengerahkan pasukan utama mereka."

Dia mengatakan pasukan Ukraina dan Rusia sedang memainkan "permainan catur" yang bertujuan untuk menarik musuh, khususnya pasukan cadangan yang diperlukan untuk mempertahankan pertempuran.

Baca Juga: 3 Teori yang Menjelaskan Penyebab Hancurnya Bendungan Nova Kakhovka

6. Mengandalkan Tank Bantuan

6 Pemicu Kegagalan Operasi Balasan Ukraina ke Rusia

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved