AS Kirim Lagi Paket Senjata untuk Ukraina, Kali Ini Senilai Rp31,2 Triliun
Sabtu, 10 Juni 2023 - 08:00 WIB
loading...
AS Kirim Lagi Paket Senjata untuk Ukraina, Kali Ini Senilai Rp31,2 Triliun. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/6/2023) mengumumkan paket bantuan militer senilai USD2,1 miliar (Rp31,2 triliun) untuk Ukraina . Pengumuman ini bertepatan dengan serangan balasan Kiev yang telah lama ditunggu-tunggu, yang bertujuan mengusir pasukan Rusia dari negara itu.
Paket itu termasuk rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, peluru artileri, drone, dan amunisi sistem roket berpemandu laser. Sebelumnya, AS telah berkali-kali mengirim paket bantuan militer untuk Ukraina.
Baca juga: Lawan Rusia, AS Didesak Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina
“Persenjataan baru, menggambarkan komitmen berkelanjutan untuk kemampuan kritis jangka pendek Ukraina serta kapasitas Angkatan Bersenjata Ukraina yang bertahan lama untuk mempertahankan wilayahnya dan mencegah agresi Rusia dalam jangka panjang," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Dibutuhkan hingga USD40,4 miliar nilai pasokan militer yang diberikan AS kepada Ukraina sejak awal 2021, sebagian besar sejak Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari 2022. Itu terjadi pada titik krusial dalam perang.
Paket itu termasuk rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, peluru artileri, drone, dan amunisi sistem roket berpemandu laser. Sebelumnya, AS telah berkali-kali mengirim paket bantuan militer untuk Ukraina.
Baca juga: Lawan Rusia, AS Didesak Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina
“Persenjataan baru, menggambarkan komitmen berkelanjutan untuk kemampuan kritis jangka pendek Ukraina serta kapasitas Angkatan Bersenjata Ukraina yang bertahan lama untuk mempertahankan wilayahnya dan mencegah agresi Rusia dalam jangka panjang," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Dibutuhkan hingga USD40,4 miliar nilai pasokan militer yang diberikan AS kepada Ukraina sejak awal 2021, sebagian besar sejak Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari 2022. Itu terjadi pada titik krusial dalam perang.
Lihat Juga :