Bendungan Nova Kakhova Hancur, Banjir Terjang Wilayah Kherson
Selasa, 06 Juni 2023 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dunia harus bereaksi terhadap serangan bendungan Nova Kakhovka, menyalahkan Rusia atas insiden yang menyebabkan banjir besar.
“Dunia harus bereaksi,” katanya di media sosial, seraya menambahkan bahwa Rusia telah melakukan ledakan internal terhadap struktur bangunan tersebut pada pukul 02.50 waktu setempat.
"Ini hanyalah satu tindakan terorisme Rusia. Ini hanya satu kejahatan perang Rusia," imbuh dia, menuduh Moskow melakukan tindakan "ecosida".
"Rusia berperang dengan kehidupan, dengan alam, dengan peradaban," katanya. "Rusia harus meninggalkan tanah Ukraina dan harus bertanggung jawab penuh atas terornya."
Sementara itu Kremlin menuduh Ukraina melakukan sabotase yang disengaja atas runtuhnya bendungan Nova Kakhovka.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengeklaim pasukan Ukraina merusak bendungan setelah diduga menderita kerugian awal dalam serangan balasan yang diluncurkan 48 jam lalu.
Peskov juga memperingatkan, "Kerusakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius bagi puluhan ribu penduduk, konsekuensi lingkungan, dan konsekuensi dari sifat berbeda yang belum ditetapkan."
“Rezim Kyiv harus memikul semua tanggung jawab atas semua konsekuensinya,” kata Peskov kepada wartawan.
Pengawas nuklir PBB atau IEAE mengatakan bahwa pihaknya melihat tidak ada risiko keamanan nuklir langsung di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terbesar di Eropa.
Bendungan itu berada di Sungai Dnipro, yang menyediakan air pendingin untuk pembangkit di Zaporizhzhia.
"IAEA mengetahui laporan kerusakan di bendungan Kakhovka Ukraina; ahli IAEA di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia memantau situasi dengan cermat; tidak ada risiko keamanan nuklir langsung di pembangkit," kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam tweet-nya.
“Dunia harus bereaksi,” katanya di media sosial, seraya menambahkan bahwa Rusia telah melakukan ledakan internal terhadap struktur bangunan tersebut pada pukul 02.50 waktu setempat.
"Ini hanyalah satu tindakan terorisme Rusia. Ini hanya satu kejahatan perang Rusia," imbuh dia, menuduh Moskow melakukan tindakan "ecosida".
"Rusia berperang dengan kehidupan, dengan alam, dengan peradaban," katanya. "Rusia harus meninggalkan tanah Ukraina dan harus bertanggung jawab penuh atas terornya."
Sementara itu Kremlin menuduh Ukraina melakukan sabotase yang disengaja atas runtuhnya bendungan Nova Kakhovka.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengeklaim pasukan Ukraina merusak bendungan setelah diduga menderita kerugian awal dalam serangan balasan yang diluncurkan 48 jam lalu.
Peskov juga memperingatkan, "Kerusakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius bagi puluhan ribu penduduk, konsekuensi lingkungan, dan konsekuensi dari sifat berbeda yang belum ditetapkan."
“Rezim Kyiv harus memikul semua tanggung jawab atas semua konsekuensinya,” kata Peskov kepada wartawan.
Pengawas nuklir PBB atau IEAE mengatakan bahwa pihaknya melihat tidak ada risiko keamanan nuklir langsung di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terbesar di Eropa.
Bendungan itu berada di Sungai Dnipro, yang menyediakan air pendingin untuk pembangkit di Zaporizhzhia.
"IAEA mengetahui laporan kerusakan di bendungan Kakhovka Ukraina; ahli IAEA di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia memantau situasi dengan cermat; tidak ada risiko keamanan nuklir langsung di pembangkit," kata Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam tweet-nya.
Lihat Juga :