Teliti Fenomena Patung Maria Menangis Darah, Vatikan Bentuk Badan Khusus
Sabtu, 03 Juni 2023 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
"Observatorium baru akan mengambil pendekatan multidisiplin untuk mempelajari penampakan Maria dengan para sarjana dari bidang sosiologi, budaya, psikologi, kedokteran, dan teologi," jelas Del Gaudio.
Observatorium tersebut memulai aktivitasnya pada 15 April dan berkantor pusat di kantor Akademi Marian Internasional Kepausan di Roma.
Kepala akademi, Pastor Stefano Cecchin, OFM, mengatakan kepada surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano bahwa penting untuk memberikan kejelasan, karena seringkali pesan yang dituduhkan (dari dugaan penampakan Maria) menimbulkan kebingungan, menyebarkan skenario apokaliptik yang mencemaskan atau bahkan tuduhan melawan paus dan Gereja.
“Bagaimana mungkin Maria, Bunda Gereja, merusak integritasnya atau menabur ketakutan dan perlawanan,” katanya.
Ia menuturkan bahwa salah satu tujuan dari kelompok tersebut adalah membentuk komisi nasional, atau cabang, dari observatorium di berbagai tempat di seluruh dunia.
Observatorium juga memiliki rencana untuk memberikan pelatihan kepada media dan keuskupan tentang bagaimana menangani dugaan penampakan atau fenomena lainnya.
Sebelumnya diberitakan seorang uskup Katolik di Italia meminta umat tidak menghadiri acara untuk melihat patung Perawan Maria yang diduga menumpahkan air mata darah.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Kamis (1/6/2023), Uskup Marco Salvi dari Keuskupan Civita Castellana, yang terletak 65 kilometer utara Roma, mendesak orang-orang menghindari melihat apa yang disebut patung Madonna of Trevignano.
“Mengacu pada dugaan fenomena supernatural di Trevignano Romano, saya memberi tahu Anda bahwa Komisi Keuskupan, yang dibentuk oleh saya dan bertanggung jawab, masih bekerja untuk… mencapai keputusan yang menyeluruh dan definitif dari pihak gereja,” papar uskup tentang patung itu.
Observatorium tersebut memulai aktivitasnya pada 15 April dan berkantor pusat di kantor Akademi Marian Internasional Kepausan di Roma.
Kepala akademi, Pastor Stefano Cecchin, OFM, mengatakan kepada surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano bahwa penting untuk memberikan kejelasan, karena seringkali pesan yang dituduhkan (dari dugaan penampakan Maria) menimbulkan kebingungan, menyebarkan skenario apokaliptik yang mencemaskan atau bahkan tuduhan melawan paus dan Gereja.
“Bagaimana mungkin Maria, Bunda Gereja, merusak integritasnya atau menabur ketakutan dan perlawanan,” katanya.
Ia menuturkan bahwa salah satu tujuan dari kelompok tersebut adalah membentuk komisi nasional, atau cabang, dari observatorium di berbagai tempat di seluruh dunia.
Observatorium juga memiliki rencana untuk memberikan pelatihan kepada media dan keuskupan tentang bagaimana menangani dugaan penampakan atau fenomena lainnya.
Sebelumnya diberitakan seorang uskup Katolik di Italia meminta umat tidak menghadiri acara untuk melihat patung Perawan Maria yang diduga menumpahkan air mata darah.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Kamis (1/6/2023), Uskup Marco Salvi dari Keuskupan Civita Castellana, yang terletak 65 kilometer utara Roma, mendesak orang-orang menghindari melihat apa yang disebut patung Madonna of Trevignano.
“Mengacu pada dugaan fenomena supernatural di Trevignano Romano, saya memberi tahu Anda bahwa Komisi Keuskupan, yang dibentuk oleh saya dan bertanggung jawab, masih bekerja untuk… mencapai keputusan yang menyeluruh dan definitif dari pihak gereja,” papar uskup tentang patung itu.
Lihat Juga :