8 Tingkah Aneh Presiden AS Joe Biden, No 2 Gaya Makannya seperti Anak Kecil
Senin, 29 Mei 2023 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun usianya sudah senior, Biden sangat paham dengan teknologi.
Seperti dilaporkan New York Times bahwa, cucu-cucu Biden kerap mengajari kakeknya tentang aplikasi terbaru hingga peralatan teknologi populer. Biden mengenal budaya populer dan teknologi dairi cucunya tersebut.
Biden juga diajari bermain gim Mario Kart. Cucunya juga menunjukkan aplikasi Tikto hingga cara menggunakan Venmo, aplikasi pembayaran online. Biden pun mengirimkan uang saku untuk cucunya dengan Venmo.
7. Bos yang Sangat Rewel
Sesuai dengan sikap publiknya yang sederhana, Biden terkadang mengejutkan staf dengan meminta berhenti di suatu tempat tanpa pemberitahuan sebelumnya.
New York Times melaporkan bahwa Biden mudah marah dan sangat detail ketika mengenai kebijakan pemerintah. Dia bisa berpikir berhari-hari untuk mengambil keputusan yang tepat. Sebelum mengambil keputusan, Biden kerap berjam debat selama berjam-jam dengan para penasehatnya. Terkadang, dia pun membentak para penasehatnya.
Biden kerap berdiskusi dengan para penasehatnya sambil jalan-jalan di Gedung Putih. Sering kali, Biden akan bertanya tentang pertanyaan yang tidak jelas.
Jika marah, Biden bisa menutup telepon tanpa memberitahu akan mengakhiri percakapan. Biden juga kerap memotong pembicaraan ketika berdiskusi.
Tapi, Biden tidak memecat pembantunya melalui tweet untuk penghinaan yang memalukan.
8. Tidak Suka Tinggal di Gedung Putih.
![8 Tingkah Aneh Presiden AS Joe Biden, No 2 Gaya Makannya seperti Anak Kecil]()
Foto/Reuters
NPR melaporkan Biden menghabiskan lebih banyak akhir pekan jauh dari Gedung Putih daripada presiden mana pun.
Dari 29 akhir pekan pertama masa kepresidenannya, Biden hanya menghabiskan enam akhir pekan di Gedung Putih. Dia berada di Wilmington, Delaware., selama 14 akhir pekan itu, dan Camp David, retret presiden di Maryland, selama delapan.
Biden mengaku lebih suka berada di Delaware. "Saya bangun di pagi hari dan melihat Jill dan berkata, 'Di mana kita?'" Biden bercanda, dilansir CNN. “Saya ingin menjadi presiden bukan untuk tinggal di Gedung Putih tetapi untuk dapat membuat keputusan tentang masa depan negara ini… ini seperti sangkar berlapis emas," terangnya.
Seperti dilaporkan New York Times bahwa, cucu-cucu Biden kerap mengajari kakeknya tentang aplikasi terbaru hingga peralatan teknologi populer. Biden mengenal budaya populer dan teknologi dairi cucunya tersebut.
Biden juga diajari bermain gim Mario Kart. Cucunya juga menunjukkan aplikasi Tikto hingga cara menggunakan Venmo, aplikasi pembayaran online. Biden pun mengirimkan uang saku untuk cucunya dengan Venmo.
7. Bos yang Sangat Rewel
Sesuai dengan sikap publiknya yang sederhana, Biden terkadang mengejutkan staf dengan meminta berhenti di suatu tempat tanpa pemberitahuan sebelumnya.
New York Times melaporkan bahwa Biden mudah marah dan sangat detail ketika mengenai kebijakan pemerintah. Dia bisa berpikir berhari-hari untuk mengambil keputusan yang tepat. Sebelum mengambil keputusan, Biden kerap berjam debat selama berjam-jam dengan para penasehatnya. Terkadang, dia pun membentak para penasehatnya.
Biden kerap berdiskusi dengan para penasehatnya sambil jalan-jalan di Gedung Putih. Sering kali, Biden akan bertanya tentang pertanyaan yang tidak jelas.
Jika marah, Biden bisa menutup telepon tanpa memberitahu akan mengakhiri percakapan. Biden juga kerap memotong pembicaraan ketika berdiskusi.
Tapi, Biden tidak memecat pembantunya melalui tweet untuk penghinaan yang memalukan.
8. Tidak Suka Tinggal di Gedung Putih.

Foto/Reuters
NPR melaporkan Biden menghabiskan lebih banyak akhir pekan jauh dari Gedung Putih daripada presiden mana pun.
Dari 29 akhir pekan pertama masa kepresidenannya, Biden hanya menghabiskan enam akhir pekan di Gedung Putih. Dia berada di Wilmington, Delaware., selama 14 akhir pekan itu, dan Camp David, retret presiden di Maryland, selama delapan.
Biden mengaku lebih suka berada di Delaware. "Saya bangun di pagi hari dan melihat Jill dan berkata, 'Di mana kita?'" Biden bercanda, dilansir CNN. “Saya ingin menjadi presiden bukan untuk tinggal di Gedung Putih tetapi untuk dapat membuat keputusan tentang masa depan negara ini… ini seperti sangkar berlapis emas," terangnya.
(ahm)
Lihat Juga :