Perang Saudara Memanas, Panglima Militer Sudan Pecat Jenderal Kepala RSF

Sabtu, 20 Mei 2023 - 11:06 WIB
loading...
Perang Saudara Memanas,...
kepala Rapid Support Forces (RSF) Jenderal Mohamed Dagalo dipecat dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Dewan Kedaulatan Sudan di tengah perang saudara yang memanas. Foto/REUTERS
A A A
KHARTOUM - Panglima Militer Sudan Jenderal Abdel Fattah Al Burhan memecat kepala Rapid Support Forces (RSF) Jenderal Mohamed Dagalo dari jabatannya sebagai wakilnya di Dewan Kedaulatan yang berkuasa. Pemecatan ini terjadi di tengah perang saudara yang memanas di negara tersebut.

Perang saudara pecah di Sudan antara militer dengan RSF sejak April lalu. Perang ini telah menewaskan sekitar 800 orang dan memaksa banyak pemerintah asing mengevakusi warganya dari Sudan.

RSF adalah kelompok paramiliter terkuat di Sudan. Kepala RSF Jenderal Dagalo lebih dikenal sebagai Hemedti.

Panglima Jenderal Al Burhan telah menunjuk Malik Agar, pemimpin kelompok bersenjata yang menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah pada 2020, sebagai pengganti Jenderal Dagalo.

Baca Juga: Satu Bulan Perang Sudan, Belum Ada Tanda-tanda Pertempuran Akan Berakhir

Pemecatan itu terjadi lebih dari sebulan setelah kedua jenderal berkuasa mulai berjuang untuk menguasai negara, menyusul perselisihan mengenai integrasi RSF ke dalam angkatan bersenjata dan peralihan ke pemerintahan sipil.

Pada hari Jumat, Ibu Kota Sudan, Khartoum, dan kota kembar Bahri mendapat serangan udara baru, memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan.

Lebih dari 70 persen rumah sakit di zona konflik tidak berfungsi. Organisasi Kesehatan Dunia telah mengkritik penjarahan berton-ton pasokan di negara itu.

Pada hari Jumat, Badan Pengungsi PBB mengatakan bahwa lebih dari satu juta orang telah mengungsi akibat perang saudara, termasuk setidaknya 843.000 orang di dalam negeri.

Sekitar 250.000 orang juga mengungsi ke negara tetangga seperti Mesir dan Chad.

Para warga sipil Sudan mengatakan kekacauan telah mencengkeram negara dan polisi tidak terlihat sejak pertempuran pecah pada 15 April.

"Tidak ada yang melindungi kami. Tidak ada polisi. Tidak ada negara. Para penjahat menyerang rumah kami dan mengambil semua yang kami miliki," kata Sarah Abdelazim, seorang pegawai pemerintah berusia 35 tahun, kepada Reuters, yang dilansir Sabtu (20/5/2023).

RSF telah dituduh melakukan kekerasan seksual dan penjarahan bank, pasar emas, rumah sakit dan rumah. Mereka membantah tuduhan tersebut dan merilis video yang menunjukkan orang-orang mereka menangkap para penjarah.

Pasukan paramiliter RSF mengatakan bahwa beberapa orang mengenakan seragam mereka dan mencuri untuk menjelekkan citra RSF.

Beberapa saksi mengatakan RSF mencuri kendaraan dan mendirikan kemah di rumah-rumah penduduk. Namun RSF juga membantahnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Pembersihan Militer...
Pembersihan Militer Xi Jinping Jadi Sorotan, PLA China Disebut Alami 'Kelumpuhan Otak'
Negosiasi dengan AS...
Negosiasi dengan AS Genting, Jenderal Top Iran Ini Rebut Posisi Dekat Mojtaba Khamenei
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Tangan Besi Iran Akan Paksa AS Mundur dan Menyerah!
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved