5 Etnis Terbesar di Singapura, China Paling Dominan
Jum'at, 19 Mei 2023 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kiamat Properti Singapura di Depan Mata, Penyewa Berteriak Lonjakan Harga
4. Eurasia
Eurasia menjadi etnik di Singapura yang memberikan vibrasi pertemuan antara Timur dan Barat. Mereka menjadi etnik minoritas yang hadir sejak awal abad 19.
Sebagian besar etnik Eurasia di Singapura terlacak dari nenek moyang mereka dari Portugis, Belanda, Inggris, sedangkan nenek moyang Asia dilacak dari Asia, Melayu dan India.
Orang Eurasia tiba di Singapura beberapa tahun setelah Inggris mendirikan Singapura pada 1819, sebagian dari Penang dan Malaka. Selama periode kolonial, banyak etnik Eurasia yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan bekerja di sektor perbankan.
Saat ini, jumlah etnik Eurasia berjumlah sekitar 30.000, atau sekitar 1% dari populasi. Umumnya, mereka bekerja di sektor hiburan dan media. Bahasa Inggris menjadi bahasa pertama mereka, generasi tuanya bisa berbahasa Portugis.
5. Peranakan
![5 Etnis Terbesar di Singapura, China Paling Dominan]()
Foto/Reuters
Peranakan menjadi etnik yang menarik di Singapura karena mereka merupakan percampuran antara banyak budaya dan suku. Peranakan umumnya disebut dengan Peranakan China atau China Jalanan yang datang ke Singapura pada abad 15. Nenek moyang mereka merupakan pedagang China yang menikah dengan perempuan melayu.
Selain Peranakan China, terdapat juga peranakan India di mana nenek moyangnya merupakan orang India yang menikah dengan warga lokal. Ada juga Peranakan Jawi yang nenek moyang merupakan orang dari India Muslim dan perempuan lokal.
Pada masa dulu, kebanyakan etnik Peranakan bekerja sebagai pedagang dan penjaga toko. Kini, mereka tersebar dalam berbagai sektor bisnis.
Meskipun Peranakan China kerap berasimilasi dengan komunitas China, mereka tetap menjadi jejak budaya unik mereka dalam makanan dan pakaian. Pakaian tradisional Peranakan adalah Nonya Kebaya yang mendapatkan pengaruh Sarung Melayu.
4. Eurasia
Eurasia menjadi etnik di Singapura yang memberikan vibrasi pertemuan antara Timur dan Barat. Mereka menjadi etnik minoritas yang hadir sejak awal abad 19.
Sebagian besar etnik Eurasia di Singapura terlacak dari nenek moyang mereka dari Portugis, Belanda, Inggris, sedangkan nenek moyang Asia dilacak dari Asia, Melayu dan India.
Orang Eurasia tiba di Singapura beberapa tahun setelah Inggris mendirikan Singapura pada 1819, sebagian dari Penang dan Malaka. Selama periode kolonial, banyak etnik Eurasia yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan bekerja di sektor perbankan.
Saat ini, jumlah etnik Eurasia berjumlah sekitar 30.000, atau sekitar 1% dari populasi. Umumnya, mereka bekerja di sektor hiburan dan media. Bahasa Inggris menjadi bahasa pertama mereka, generasi tuanya bisa berbahasa Portugis.
5. Peranakan

Foto/Reuters
Peranakan menjadi etnik yang menarik di Singapura karena mereka merupakan percampuran antara banyak budaya dan suku. Peranakan umumnya disebut dengan Peranakan China atau China Jalanan yang datang ke Singapura pada abad 15. Nenek moyang mereka merupakan pedagang China yang menikah dengan perempuan melayu.
Selain Peranakan China, terdapat juga peranakan India di mana nenek moyangnya merupakan orang India yang menikah dengan warga lokal. Ada juga Peranakan Jawi yang nenek moyang merupakan orang dari India Muslim dan perempuan lokal.
Pada masa dulu, kebanyakan etnik Peranakan bekerja sebagai pedagang dan penjaga toko. Kini, mereka tersebar dalam berbagai sektor bisnis.
Meskipun Peranakan China kerap berasimilasi dengan komunitas China, mereka tetap menjadi jejak budaya unik mereka dalam makanan dan pakaian. Pakaian tradisional Peranakan adalah Nonya Kebaya yang mendapatkan pengaruh Sarung Melayu.
(ahm)
Lihat Juga :