China Menolak Lupa Kejahatan Biadab NATO Pimpinan AS di Yugoslavia

Selasa, 09 Mei 2023 - 23:17 WIB
loading...
A A A
Dia memanfaatkannya karena China adalah importir minyak terbesar dari negara-negara Teluk. Keluarnya Amerika dari Afghanistan dan intensifikasi retorika anti-Amerika Iran mempermudah China untuk fokus pada realitas dasar di kawasan Teluk.

Tujuan akhir Beijing dalam memprioritaskan kawasan Teluk hampir sama dengan Amerika Serikat. Perbedaannya terletak pada gaya pendekatan dan metodologi.

Kerja keras selama tiga tahun pada akhirnya membawa tujuan yang disayangi China untuk membawa dua negara teluk yang bermusuhan; Arab Saudi dan Iran, ke meja perundingan di Beijing.

Irak dan Oman membantu upaya China. Akhirnya, perjanjian 10 Maret yang ditandatangani di Beijing memberi Arab Saudi kepentingan untuk menarik China menjauh dari potensi poros Rusia-Iran-China yang dapat mendorong tindakan ofensif Iran di wilayah tersebut, lebih lanjut memberdayakannya untuk menghindari sanksi AS dan internasional terhadap ekonominya dan meningkatkan perambahan Rusia dan Iran pada minyak Arab Saudi.

Bagi Iran, penandatanganan kesepakatan itu merupakan langkah besar dalam memecahkan isolasi yang dipaksakan oleh sanksi ekonomi. Selain itu, Teheran menemukan bahwa rekonsiliasi dengan Arab Saudi dapat menghilangkan penentangan Saudi terhadap program nuklirnya, melemahkan argumen Israel untuk membenarkan rancangan agresifnya terhadap Iran.

Komunitas internasional menyambut baik dimulainya proses rekonsiliasi antara dua negara terpenting di kawasan Teluk.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS
Rekomendasi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
Berita Terkini
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved