3 Mantan Pemimpin Pernah Hidup di Pengasingan, Tetap Kendalikan Politik dan Bebas dari Kasus Hukum
Selasa, 09 Mei 2023 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Bolsonaro meninggalkan Brazil dengan pesawat militer pada 30 Desember 2022 hanya dua hari sebelum dia menyerahkan kursi kepresidenan kepada rivalnya, Lula da Silva. Banyak pendukung Bolsonaro menolak mengakui kemenangan Lula.
Baca Juga: AS Belum Terima Permintaan Resmi untuk Ekstradisi Bolsonaro
3. Gotabaya Rajapaksa
![3 Mantan Pemimpin Pernah Hidup di Pengasingan, Tetap Kendalikan Politik dan Bebas dari Kasus Hukum]()
Foto/Reuters
Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pernah melarikan diri keluar negeri setelah demonstrasi massal pada Juli 2022. Namun, beberapa bulan kemudian, dia memutuskan kembali ke negaranya. Saat mengasingkan diri, dia berlindung di Thailand dengan visa sementara. Sebelumnya, dia juga pergi ke Maldive dan Singapura.
Saat berada di Thailand, Rajapaksa memilih tinggal di lokasi yang tersembunyi. Setelah mengasingkan diri selama 52 hari, dia memilih kembali ke Sri Lanka, meskipun mendapatkan penolakan.
Rajapaksa mengundurkan diri dengan mengirimkan email kepada ketua parlemen pada 15 Juli 2022 setelah kerusuhan melanda negara tersebut. Pengunduran diri tersebut disambut rakyat Sri Lanka yang sudah menderita karena berbagai krisis. Dia kerap diasosiasikan sebagai pemimpin yang korup dan diktator.
Baca Juga: AS Belum Terima Permintaan Resmi untuk Ekstradisi Bolsonaro
3. Gotabaya Rajapaksa

Foto/Reuters
Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pernah melarikan diri keluar negeri setelah demonstrasi massal pada Juli 2022. Namun, beberapa bulan kemudian, dia memutuskan kembali ke negaranya. Saat mengasingkan diri, dia berlindung di Thailand dengan visa sementara. Sebelumnya, dia juga pergi ke Maldive dan Singapura.
Saat berada di Thailand, Rajapaksa memilih tinggal di lokasi yang tersembunyi. Setelah mengasingkan diri selama 52 hari, dia memilih kembali ke Sri Lanka, meskipun mendapatkan penolakan.
Rajapaksa mengundurkan diri dengan mengirimkan email kepada ketua parlemen pada 15 Juli 2022 setelah kerusuhan melanda negara tersebut. Pengunduran diri tersebut disambut rakyat Sri Lanka yang sudah menderita karena berbagai krisis. Dia kerap diasosiasikan sebagai pemimpin yang korup dan diktator.
(ahm)
Lihat Juga :