Siapakah Zakhar Prilepin, Penulis Nasionalis Rusia yang Jadi Target Serangan Bom?
Minggu, 07 Mei 2023 - 14:38 WIB
loading...
Zakhar Prilepin. Foto/CNN
A
A
A
JAKARTA - Novelis dan aktivis politik Rusia yang telah berpartisipasi dalam operasi militer di Ukraina, Zakhar Prilepin, dilarikan ke rumah sakit setelah terluka dalam serangan bom mobil pada hari Sabtu. Kantor berita Rusia, Interfax, mengutip layanan darurat mengatakan bahwa dia dalam kondisi kritis.
Ledakan itu terjadi di jalan 70 km dari kota Nizhny Novgorod di Rusia tengah. Asisten pribadi Prilepin, yang berada di belakang kemudi pada saat kejadian, dilaporkan tewas.
Baca Juga: Bom Mobil Incar Novelis Pro-Perang Rusia Zakhar Prilepin, 1 Tewas
Siapakah Zakhar Prilepin? Berikut adalah profil singkat Prilepin yang disitir dari Russia Today, Minggu (7/5/2023).
Zakhar Prilepin lahir sebagai Evgeny Prilepin pada tahun 1975 di desa Ilyinka di Rusia barat. Setelah menyelesaikan wajib militer, dia bekerja sebagai petugas polisi pada 1990-an dan dikerahkan ke Chechnya selama pemberontakan separatis dan Islam di sana.
Dia kemudian menjadi jurnalis dan membangun karir sebagai novelis yang diakui secara kritis. Jajak pendapat sering menunjukkan dia mendapat peringkat sebagai salah satu penulis kontemporer top negara itu, dan dinobatkan sebagai penulis paling populer tahun 2022, menurut survei oleh jajak pendapat VCIOM. Di media Barat, Prilepin secara umum digambarkan sebagai "nasionalis Rusia".
Novel thriller kriminalnya 'Break Loose', berlatar di kota kecil Rusia, dibuat menjadi film pada tahun 2013. Novel sejarahnya 'Abode', yang berpusat di kamp penjara Soviet yang terpencil pada tahun 1920-an, diadaptasi menjadi serial TV pada tahun 2021.
Prilepin memperoleh ketenaran tambahan sebagai pakar politik yang produktif, sering muncul di TV dan radio, serta membawakan acaranya sendiri di saluran televisi NTV Rusia. Dia pertama kali terlibat dengan Partai Bolshevik Nasional Eduard Limonov yang sekarang dilarang hingga mendirikan partai konservatif kecilnya sendiri, For Truth, pada tahun 2019.
Prilepin dikenal karena sikap hawkishnya terhadap kebijakan luar negeri dan menyarankan agar seluruh Ukraina harus dimasukkan ke dalam Rusia. Pada tahun 2014, dia mendukung pemberontakan di wilayah Donbass, yang menolak kudeta dukungan Barat di Kiev tahun itu dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina, menciptakan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR).
Setelah konflik bersenjata pecah antara pasukan Ukraina dan pasukan Donbass, Prilepin berkali-kali mengunjungi zona perang, akhirnya menjadi wakil komandan unit militer DPR dengan pangkat mayor. Dia berhenti dari jabatan tersebut pada tahun 2018, dengan alasan keinginan untuk lebih fokus pada menulis. Kedua republik Donbass bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum pada September 2022.
Pada bulan Januari, Prilepin mendaftar di Garda Nasional Rusia dan kembali ke garis depan.
“Saya telah kembali ke perang yang sama, ke tempat yang sama di mana saya pertama kali tiba pada tahun 2014, menempuh jalan yang sama seperti sembilan tahun lalu,” katanya kepada Russia Today minggu lalu.
"Ini kisahku, kisah hidupku," ia menambahkan.
Ukraina melarang buku-buku Prilepin pada 2018. Tahun lalu, dia masuk daftar hitam oleh Uni Eropa (UE) sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan pada Rusia atas operasi militernya yang diluncurkan di negara tetangga itu lebih dari setahun lalu.
Upaya pembunuhan Prilepin terjadi setelah serangkaian pemboman serupa. Agustus lalu, Darya Dugina, putri filsuf Rusia Aleksandr Dugin, tewas dalam ledakan mobil di luar Moskow.
Pada awal April, sebuah bom meledak di dalam kafe St. Petersburg, menewaskan blogger militer populer dan penduduk asli Donbass, Vladlen Tatarsky. Moskow mengaitkan kedua pembunuhan tersebut dengan dinas khusus Ukraina.
Ledakan itu terjadi di jalan 70 km dari kota Nizhny Novgorod di Rusia tengah. Asisten pribadi Prilepin, yang berada di belakang kemudi pada saat kejadian, dilaporkan tewas.
Baca Juga: Bom Mobil Incar Novelis Pro-Perang Rusia Zakhar Prilepin, 1 Tewas
Siapakah Zakhar Prilepin? Berikut adalah profil singkat Prilepin yang disitir dari Russia Today, Minggu (7/5/2023).
Zakhar Prilepin lahir sebagai Evgeny Prilepin pada tahun 1975 di desa Ilyinka di Rusia barat. Setelah menyelesaikan wajib militer, dia bekerja sebagai petugas polisi pada 1990-an dan dikerahkan ke Chechnya selama pemberontakan separatis dan Islam di sana.
Dia kemudian menjadi jurnalis dan membangun karir sebagai novelis yang diakui secara kritis. Jajak pendapat sering menunjukkan dia mendapat peringkat sebagai salah satu penulis kontemporer top negara itu, dan dinobatkan sebagai penulis paling populer tahun 2022, menurut survei oleh jajak pendapat VCIOM. Di media Barat, Prilepin secara umum digambarkan sebagai "nasionalis Rusia".
Novel thriller kriminalnya 'Break Loose', berlatar di kota kecil Rusia, dibuat menjadi film pada tahun 2013. Novel sejarahnya 'Abode', yang berpusat di kamp penjara Soviet yang terpencil pada tahun 1920-an, diadaptasi menjadi serial TV pada tahun 2021.
Prilepin memperoleh ketenaran tambahan sebagai pakar politik yang produktif, sering muncul di TV dan radio, serta membawakan acaranya sendiri di saluran televisi NTV Rusia. Dia pertama kali terlibat dengan Partai Bolshevik Nasional Eduard Limonov yang sekarang dilarang hingga mendirikan partai konservatif kecilnya sendiri, For Truth, pada tahun 2019.
Prilepin dikenal karena sikap hawkishnya terhadap kebijakan luar negeri dan menyarankan agar seluruh Ukraina harus dimasukkan ke dalam Rusia. Pada tahun 2014, dia mendukung pemberontakan di wilayah Donbass, yang menolak kudeta dukungan Barat di Kiev tahun itu dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina, menciptakan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR).
Setelah konflik bersenjata pecah antara pasukan Ukraina dan pasukan Donbass, Prilepin berkali-kali mengunjungi zona perang, akhirnya menjadi wakil komandan unit militer DPR dengan pangkat mayor. Dia berhenti dari jabatan tersebut pada tahun 2018, dengan alasan keinginan untuk lebih fokus pada menulis. Kedua republik Donbass bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum pada September 2022.
Pada bulan Januari, Prilepin mendaftar di Garda Nasional Rusia dan kembali ke garis depan.
“Saya telah kembali ke perang yang sama, ke tempat yang sama di mana saya pertama kali tiba pada tahun 2014, menempuh jalan yang sama seperti sembilan tahun lalu,” katanya kepada Russia Today minggu lalu.
"Ini kisahku, kisah hidupku," ia menambahkan.
Ukraina melarang buku-buku Prilepin pada 2018. Tahun lalu, dia masuk daftar hitam oleh Uni Eropa (UE) sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan pada Rusia atas operasi militernya yang diluncurkan di negara tetangga itu lebih dari setahun lalu.
Upaya pembunuhan Prilepin terjadi setelah serangkaian pemboman serupa. Agustus lalu, Darya Dugina, putri filsuf Rusia Aleksandr Dugin, tewas dalam ledakan mobil di luar Moskow.
Pada awal April, sebuah bom meledak di dalam kafe St. Petersburg, menewaskan blogger militer populer dan penduduk asli Donbass, Vladlen Tatarsky. Moskow mengaitkan kedua pembunuhan tersebut dengan dinas khusus Ukraina.
(ian)
Lihat Juga :