Balas Serangan Drone ke Kremlin, Eks Presiden Rusia: Zelensky Harus Dibunuh
Jum'at, 05 Mei 2023 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah video insiden tersebut, diposting oleh warga Moskow di Telegram, menunjukkan apa yang tampak seperti drone mendekati Kremlin sebelum terjadi ledakan. Klip lain menunjukkan asap naik ke langit.
Baca Juga: Beredar Video Detik-detik Serangan Drone Ukraina Menargetkan Kremlin
Masih belum jelas jenis drone apa yang diluncurkan dan siapa yang meluncurkannya.
Institute for the Study of War, sebuah think tank yang berbasis di Washington, mengatakan serangan itu kemungkinan dilakukan oleh Kremlin untuk membenarkan upaya di masa depan untuk memobilisasi pasukan untuk perang.
Pengamat militer lainnya percaya tindakan seperti itu akan terlalu memalukan bagi Putin.
"Serangan pesawat tak berawak di Kremlin, gambar yang menyertainya, adalah penghinaan publik besar-besaran bagi Putin dan tentara Rusia," tweet ekonom politik Konstantin Sonin.
"Saya memahami logika argumen bendera palsu, tetapi masalah lainnya adalah bahwa Putin memiliki sangat sedikit pilihan untuk melakukan eskalasi. Mereka tidak dapat mengebom Ukraina secara lebih masif - mereka melakukan ini selama 14 bulan dengan kapasitas penuh. Mereka tidak dapat melakukan lebih banyak serangan di 'pusat di mana keputusan dibuat.' Mereka telah mencoba membunuh Zelensky selama 14 bulan," katanya.
"Satu-satunya pilihan eskalasi nyata adalah serangan nuklir di Kyiv atau kota besar Ukraina lainnya. Namun keputusan tingkat kegilaan itu tidak bergantung pada operasi bendera palsu," Sonin menambahkan.
Baca Juga: Beredar Video Detik-detik Serangan Drone Ukraina Menargetkan Kremlin
Masih belum jelas jenis drone apa yang diluncurkan dan siapa yang meluncurkannya.
Institute for the Study of War, sebuah think tank yang berbasis di Washington, mengatakan serangan itu kemungkinan dilakukan oleh Kremlin untuk membenarkan upaya di masa depan untuk memobilisasi pasukan untuk perang.
Pengamat militer lainnya percaya tindakan seperti itu akan terlalu memalukan bagi Putin.
"Serangan pesawat tak berawak di Kremlin, gambar yang menyertainya, adalah penghinaan publik besar-besaran bagi Putin dan tentara Rusia," tweet ekonom politik Konstantin Sonin.
"Saya memahami logika argumen bendera palsu, tetapi masalah lainnya adalah bahwa Putin memiliki sangat sedikit pilihan untuk melakukan eskalasi. Mereka tidak dapat mengebom Ukraina secara lebih masif - mereka melakukan ini selama 14 bulan dengan kapasitas penuh. Mereka tidak dapat melakukan lebih banyak serangan di 'pusat di mana keputusan dibuat.' Mereka telah mencoba membunuh Zelensky selama 14 bulan," katanya.
"Satu-satunya pilihan eskalasi nyata adalah serangan nuklir di Kyiv atau kota besar Ukraina lainnya. Namun keputusan tingkat kegilaan itu tidak bergantung pada operasi bendera palsu," Sonin menambahkan.
(ian)
Lihat Juga :