Badai Serangan Tweet Target Mantan Putra Mahkota Arab Saudi

Selasa, 21 Juli 2020 - 10:17 WIB
loading...
Badai Serangan Tweet...
Mohammed Bin Nayef saat masih menjadi putra mahkota dan menteri dalam negeri Arab Saudi memeriksa parade militer di kota Mekkah, 2016. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Para pengguna Twitter di Arab Saudi mengirim ribuan tweet menuduh mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef dan ajudannya melakukan korupsi. Menurut dua sumber Saudi, kampanye media sosial itu untuk menyudutkan dia menjelang dakwaan terhadapnya.

Serangan tweet terhadap Pangeran Mohammed bin Nayef terjadi sejak Jumat (17/7) dan juga menargetkan ajudannya, mantan pejabat intelijen Saad al-Jabri. Mohammed bin Nayef digulingkan dari posisi putra mahkota oleh Mohammed bin Salman dalam kudeta istana pada 2017.

Badai Twitter itu terjadi saat Raja Salman, 84, masuk rumah sakit di ibu kota Riyadh pada Senin (20/7) karena menderita peradangan kantong empedu menurut kantor berita SPA. Kantor media pemerintah menolak berkomentar lebih lanjut tentang kondisi Raja Salman.

Dua sumber Saudi menjelaskan kampanye oleh para pengguna Twitter pro-pemerintah itu bertujuan mengarahkan opini publik menjelang pengumuman dakwaan korupsi pada Mohammed bin Nayef.

"Mereka telah menyiapkan dokumen terhadap dia sejak Maret," kata satu sumber yang mengetahui masalah itu. Menurut dia, dalang di balik serangan Twitter itu ingin merusak citranya di dalam negeri.

Sumber Saudi kedua menjelaskan kampanye itu jelas memiliki dukungan pemerintah karena tokoh-tokoh Saudi yang dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) ikut mengunggah tweet-tweet itu.

Sebelum dia tergeser dari posisinya, Mohammed bin Nayef dianggap sebagai pesaing paling kuat untuk tahta. Dia menguasai pasukan keamanan Saudi, memiliki hubungan dekat dengan berbagai badan intelijen Barat dan tetap populer bagi kubu konservatif yang dipinggirkan oleh MBS.

Kantor media pemerintah Saudi belum merespon permintaan komentar. Reuters juga belum dapat menghubungi Mohammed bin Nayef.

Otoritas Saudi menahan Mohammed bin Nayef sejak Maret dan ditahan bersama dua pejabat senior lain di lokasi yang dirahasiakan. Jabri berada di pengasingan di Kanada dan dua anaknya ditahan otoritas Saudi pada Maret. (Lihat Infografis: Jejak Hilangnya Palestina dari Google Maps dan Apple Maps)

Putra Jabri, Khalid, menyatakan pada Reuters bahwa, "Kampanye Twitter itu tidak mencerminkan cerita sebenarnya: penyanderaan pada saudara dan saudari kandung saya, persekusi tidak sesuai hukum dan tuduhan palsu." (Lihat Video: Seorang Nenek Renta di Banyuasin Digugat Anaknya Sendiri Perihal Warisan)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved