Rusia Tak Terima AS Sebut Kepresiden DK PBB Lelucon April Mop

Rabu, 05 April 2023 - 02:29 WIB
loading...
Rusia Tak Terima AS...
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia. Foto/AP
A A A
NEW YORK - Duta Besar Rusia untuk PBB menolak klaim Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) yang mendeskripsikan kepresidenannya di Dewan Keamanan (DK) PBB sebagai lelucon April Mop. Ia juga mengumumkan pertemuan yang akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov untuk membela prinsip-prinsip piagam PBB, yang secara luas dituduh telah dilanggar oleh Moskow dengan menginvasi Ukraina.

Sebelumnya Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan Amerika mengharapkan Rusia akan profesional tetapi akan menggunakan kursi ketua mereka untuk menyebarkan disinformasi dan mempromosikan agenda mereka sendiri yang berkaitan dengan Ukraina.

"Dan kami akan siap untuk menyerukan mereka keluar di setiap saat mereka berusaha melakukan itu," tegasnya.

Dia dan kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell sama-sama menyebut pengambilalihan presiden dewan oleh Rusia sebagai lelucon April Mop.

Di bawah aturan Dewan Keamanan, kepresidenan DK PBB bergilir setiap bulan sesuai urutan abjad di antara 15 anggotanya. Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan bahwa tidak akan ada perubahan dalam aturan dewan, yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional itu.

Dia mengatakan Rusia telah menjadi perantara yang jujur selama kepresidenan dewan sebelumnya,

"Sebuah peran yang kami hargai dan hargai, dan kami selalu berusaha mempertahankannya," ujarnya seperti dikutip dari The Associated Press, Kamis (5/4/2023).

Baca Juga: Jadi Presiden DK PBB, Rusia Sentil Barat: Kami Tidak Promosikan Standar Ganda

Nebenzia menanggapi harapan duta besar AS bahwa Rusia akan menyebarkan disinformasi tentang Ukraina dengan menyebutnya sebagai narasi Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
6 Kendaraan Tabrakan...
6 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas dan 2 Luka-luka
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Berita Terkini
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
10 Tambang Batu Bara...
10 Tambang Batu Bara Terbesar di Dunia, Indonesia Menyumbang 4 Lokasi
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved