Finlandia Gabung, Ini Daftar Lengkap 31 Negara NATO Musuh Rusia
Selasa, 04 April 2023 - 08:18 WIB
loading...
Finlandia resmi gabung NATO, jumlah anggota aliansi yang bermusuhan dengan Rusia menjadi 31 negara. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Finlandia akan resmi menjadi anggota baru NATO pada hari Selasa (4/4/2023). Dengan demikian, anggota aliansi yang sedang bermusuhan dengan Rusia itu kini bertambah menjadi 31 negara.
"Kami akan mengibarkan bendera Finlandia untuk pertama kalinya di sini di markas NATO. Ini akan menjadi hari yang baik bagi keamanan Finlandia, bagi keamanan Nordik dan bagi NATO secara keseluruhan," kata Sekretaris Jenderal NATO Jen Stoltenberg kepada wartawan di Brussels, kemarin.
Parlemen Finlandia sangat menyetujui proposal untuk mengajukan keanggotaan aliansi militer Barat itu pada Mei 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Finlandia Resmi Gabung NATO, Ini Reaksi Rusia
Negara Nordik itu memiliki perbatasan 1.300 km dengan Rusia, yang berarti perbatasan NATO dengan Moskow akan segera menjadi dua kali lipat panjangnya.
"Presiden [Rusia Vladimir] Putin berperang melawan Ukraina dengan tujuan yang jelas untuk mendapatkan lebih sedikit NATO," kata Stoltenberg. "Dia mendapatkan kebalikannya," katanya lagi.
Langkah tersebut telah disambut dengan dingin di Moskow. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan Rusia akan memperkuat kapasitas militernya di wilayah barat dan barat lautnya.
"Kami akan mengibarkan bendera Finlandia untuk pertama kalinya di sini di markas NATO. Ini akan menjadi hari yang baik bagi keamanan Finlandia, bagi keamanan Nordik dan bagi NATO secara keseluruhan," kata Sekretaris Jenderal NATO Jen Stoltenberg kepada wartawan di Brussels, kemarin.
Parlemen Finlandia sangat menyetujui proposal untuk mengajukan keanggotaan aliansi militer Barat itu pada Mei 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga: Finlandia Resmi Gabung NATO, Ini Reaksi Rusia
Negara Nordik itu memiliki perbatasan 1.300 km dengan Rusia, yang berarti perbatasan NATO dengan Moskow akan segera menjadi dua kali lipat panjangnya.
"Presiden [Rusia Vladimir] Putin berperang melawan Ukraina dengan tujuan yang jelas untuk mendapatkan lebih sedikit NATO," kata Stoltenberg. "Dia mendapatkan kebalikannya," katanya lagi.
Langkah tersebut telah disambut dengan dingin di Moskow. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan Rusia akan memperkuat kapasitas militernya di wilayah barat dan barat lautnya.
Lihat Juga :