Profil Yoav Gallant, Menhan Israel yang Dipecat karena Menentang PM Netanyahu
Selasa, 28 Maret 2023 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Periode 2005-2010, Gallant mengabdi sebagai Komandan Komando Selatan. Di masa jabatannya itu, ia memerintahkan Operasi Cast Lead untuk melawan pejuang Hamas di Jalur Gaza.
Pujian diperolehnya lantaran operasi tersebut berhasil. Hal ini membuat Gallant menjadi kandidat Kepala Staf IDF (Israel Defense Forces).
Bahkan PM Netanyahu menyatakan bahwa Gallant adalah komandan yang berani dan telah membuktikan dirinya berjuang di garis depan IDF selama 33 tahun.
Namun, karena diberitakan terlibat skandal pengambilalihan lahan publik, PM Netanyahu membatalkan penunjukkan Gallant untuk mengisi posisi Kepala Staf IDF, pada 2011.
Gallant lalu terpilih menjadi anggota parlemen, setelah bergabung dengan partai baru Kulanu pada tahun 2015. Selanjutnya, ia berada di kursi pemerintahan sebagai menteri.
Yoav Gallant menjabat Menteri Konstruksi dan Pembangunan periode 2015-2019, Menteri Aliyah dan Integrasi pada 2019-2020, Menteri Pendidikan pada 2020-2021, hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri Pertahanan pada 2022.
Pujian diperolehnya lantaran operasi tersebut berhasil. Hal ini membuat Gallant menjadi kandidat Kepala Staf IDF (Israel Defense Forces).
Bahkan PM Netanyahu menyatakan bahwa Gallant adalah komandan yang berani dan telah membuktikan dirinya berjuang di garis depan IDF selama 33 tahun.
Namun, karena diberitakan terlibat skandal pengambilalihan lahan publik, PM Netanyahu membatalkan penunjukkan Gallant untuk mengisi posisi Kepala Staf IDF, pada 2011.
Gallant lalu terpilih menjadi anggota parlemen, setelah bergabung dengan partai baru Kulanu pada tahun 2015. Selanjutnya, ia berada di kursi pemerintahan sebagai menteri.
Yoav Gallant menjabat Menteri Konstruksi dan Pembangunan periode 2015-2019, Menteri Aliyah dan Integrasi pada 2019-2020, Menteri Pendidikan pada 2020-2021, hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri Pertahanan pada 2022.
(sya)
Lihat Juga :