Picu Aksi Protes Berminggu-minggu, Menhan Israel: Setop Rencana Reformasi Hukum

Minggu, 26 Maret 2023 - 11:09 WIB
loading...
Picu Aksi Protes Berminggu-minggu,...
Rakyat Israel terus turun ke jalan untuk menyuarakan penolakannya terhadap rencana reformasi hukum PM Benjamin Netanyahu. Foto/AP
A A A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel , Yoav Gallant, meminta Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk menghentikan rencana kontroversial untuk merombak sistem peradilan. Ia menjadi sekutu pertama dalam koalisi Netanyahu yang mematahkan barisan pendukungnya.

Pernyataannya datang ketika warga Israel yang menentang perubahan mengadakan demonstrasi massa di seluruh negera itu selama dua belas minggu berturut-turut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Gallant menyatakan keprihatinannya atas gejolak dalam militer Israel yang menurutnya merupakan ancaman bagi kemanan negara.

Mengutip perlunya dialog dengan pihak oposisi, Gallant meminta agar koalisi Netanyahu menunggu sampai setelah Parlemen bersidang kembali dari liburannya bulan depan sebelum melanjutkan rencana memecah belah untuk melemahkan Mahkamah Agung.

“Demi keamanan Israel, demi putra dan putri kami, proses legislatif harus dihentikan saat ini,” kata Gallant, seorang pejabat tinggi di partai Likud Netanyahu seperti dikutip dari The Associated Press, Minggu (26/3/2023).

Usulan reformasi peradilan telah menuai kritik intensif dari seluruh masyarakat Israel termasuk dari mantan perdana menteri dan pejabat pertahanan, pemimpin bisnis teknologi tinggi, jaksa agung Israel dan orang Yahudi Amerika.

Baca Juga: Ratusan Orang Protes Kunjungan Netanyahu ke Inggris, Demonstran: Dia Harusnya Ditangkap!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS
Rekomendasi
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
Tzuyu Tinggalkan JYP...
Tzuyu Tinggalkan JYP Entertainment setelah 11 Tahun, Begini Nasibnya di TWICE
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
Peta Israel Raya, Provokasi...
Peta Israel Raya, Provokasi Zionis atau Rencana Nyata?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved