Zelensky Berduka, Komandan Terkenal Ukraina Berjuluk Da Vinci Gugur
Minggu, 12 Maret 2023 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
"Saya menyerahkan kepada Oksana Kotsiubailo, ibu Da Vinci, Salib Jasa Militer, yang diberikan kepada putranya secara anumerta. Kita tidak akan pernah lupa. Dan kami akan selalu berterima kasih," sambungnya seperti dikutip dari Metro, Minggu (12/3/2023).
Belakangan, ratusan orang berkumpul di Independence Square di dekatnya, simbol upaya Ukraina untuk menjauh dari pengaruh Rusia dan bergerak lebih dekat ke Uni Eropa.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov dan Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, kepala angkatan bersenjata Ukraina, termasuk di antara pejabat tinggi yang memberikan penghormatan di alun-alun.
Baca Juga: PM Filandia: Rusia Harus Tanggung Jawab atas Kejahatan Agresi di Ukraina
Terkait dengan gerakan sayap kanan Right Sector, Kotsiubailo adalah salah satu dari beberapa tokoh dari kelompok nasionalis, beberapa di antaranya mengambil bagian dalam pemberontakan tahun 2014 yang menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia, yang reputasinya meningkat dalam setahun terakhir.
Kritikus mengatakan radikalisme kelompok dan sejarah kekerasan telah membantu media Rusia untuk menggambarkan mereka sebagai 'neo-Nazi' yang mengancam pengguna bahasa Rusia yang tinggal di Ukraina.
Belakangan, ratusan orang berkumpul di Independence Square di dekatnya, simbol upaya Ukraina untuk menjauh dari pengaruh Rusia dan bergerak lebih dekat ke Uni Eropa.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov dan Jenderal Valeriy Zaluzhnyi, kepala angkatan bersenjata Ukraina, termasuk di antara pejabat tinggi yang memberikan penghormatan di alun-alun.
Baca Juga: PM Filandia: Rusia Harus Tanggung Jawab atas Kejahatan Agresi di Ukraina
Terkait dengan gerakan sayap kanan Right Sector, Kotsiubailo adalah salah satu dari beberapa tokoh dari kelompok nasionalis, beberapa di antaranya mengambil bagian dalam pemberontakan tahun 2014 yang menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia, yang reputasinya meningkat dalam setahun terakhir.
Kritikus mengatakan radikalisme kelompok dan sejarah kekerasan telah membantu media Rusia untuk menggambarkan mereka sebagai 'neo-Nazi' yang mengancam pengguna bahasa Rusia yang tinggal di Ukraina.
Lihat Juga :