Berseteru dengan AS, Anggaran Militer China Naik Gila-gilaan Rp3.456 Triliun
Senin, 06 Maret 2023 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun meningkat, pengeluaran militer AS masih mengerdilkan China. Militer Amerika terlibat dalam upaya di seluruh dunia, termasuk penyediaan senjata untuk membela Ukraina.
Sekadar diketahui, anggaran militer Amerika saat ini mencapai USD761,6 miliar atau lebih dari Rp11.658 triliun.
Kendati demikian, peningkatan anggaran militer China mengikuti setahun ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara China dan AS dan Taiwan.
Direktur CIA William Burns menyatakan bulan lalu bahwa Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan militernya untuk siap menginvasi Taiwan pada tahun 2027.
“Kami tahu secara intelijen [Xi Jinping] telah menginstruksikan Tentara Pembebasan Rakyat untuk siap pada tahun 2027 untuk melakukan invasi yang berhasil,” kata Burns pada 3 Februari.
"Sekarang, itu tidak berarti bahwa dia memutuskan untuk melakukan invasi pada tahun 2027, atau tahun lainnya, tetapi itu adalah pengingat akan keseriusan fokus dan ambisinya."
“Oleh karena itu, saya pikir sangat penting bagi kami sebagai masalah kebijakan di Amerika Serikat untuk memperjelas komitmen kami terhadap status quo, untuk memperjelas bahwa kami sebagai negara tidak tertarik untuk mengubah status quo itu, bahwa kami sangat menentang siapa pun yang mencoba mengubahnya secara sepihak, terutama dengan menggunakan kekuatan," imbuh direktur CIA.
Sekadar diketahui, anggaran militer Amerika saat ini mencapai USD761,6 miliar atau lebih dari Rp11.658 triliun.
Kendati demikian, peningkatan anggaran militer China mengikuti setahun ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara China dan AS dan Taiwan.
Direktur CIA William Burns menyatakan bulan lalu bahwa Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan militernya untuk siap menginvasi Taiwan pada tahun 2027.
“Kami tahu secara intelijen [Xi Jinping] telah menginstruksikan Tentara Pembebasan Rakyat untuk siap pada tahun 2027 untuk melakukan invasi yang berhasil,” kata Burns pada 3 Februari.
"Sekarang, itu tidak berarti bahwa dia memutuskan untuk melakukan invasi pada tahun 2027, atau tahun lainnya, tetapi itu adalah pengingat akan keseriusan fokus dan ambisinya."
“Oleh karena itu, saya pikir sangat penting bagi kami sebagai masalah kebijakan di Amerika Serikat untuk memperjelas komitmen kami terhadap status quo, untuk memperjelas bahwa kami sebagai negara tidak tertarik untuk mengubah status quo itu, bahwa kami sangat menentang siapa pun yang mencoba mengubahnya secara sepihak, terutama dengan menggunakan kekuatan," imbuh direktur CIA.
Lihat Juga :