Sekjen PBB: Hidup Adalah Neraka bagi Rakyat Ukraina

Sabtu, 25 Februari 2023 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan kepada dewan bahwa harus ada perdamaian yang adil dan tahan lama berdasarkan Piagam PBB.

"Tidak ada yang menginginkan perdamaian lebih dari rakyat Ukraina," kata Blinken.

"Tapi kedamaian apa pun yang melegitimasi perampasan tanah [oleh] Rusia dengan paksa akan melemahkan Piagam [PBB] dan mengirimkan pesan kepada calon agresor di mana pun bahwa mereka dapat menyerang negara [lain] dan lolos begitu saja," katanya.

Namun, satu hari setelah Majelis Umum PBB memilih untuk menuntut Rusia menarik pasukannya dari Ukraina, Utusan Moskow untuk PBB Vasily Nebenzya tetap teguh menyalahkan Ukraina dan Barat atas perang yang terjadi saat ini.

"Ukraina bukan korban," kata Nebenzya.

"Kiev dan sekutunya tidak memberi kami pilihan selain menghilangkan ancaman terhadap Rusia dari wilayah Ukraina secara militer," kata Nebenzya.

Guterres menjelaskan jumlah korban perang: lebih dari delapan juta orang Ukraina telah melarikan diri ke bagian lain Eropa, dan 5,4 juta lainnya mengungsi secara internal. "Krisis pemindahan yang tidak terlihat di Eropa dalam beberapa dekade," katanya.

Setengah dari anak-anak Ukraina, imbuh dia, telah dipaksa meninggalkan rumah mereka, dan menghadapi risiko kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia telah mendokumentasikan puluhan kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki, perempuan dan anak perempuan yang terkait dengan perang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved