Fakta Balon Mata-Mata yang Digunakan China di AS

Selasa, 07 Februari 2023 - 15:46 WIB
loading...
Fakta Balon Mata-Mata...
Jet tempur terbang dekat balon mata-mata China saat berada di lepas pantai di Pantai Surfside, Carolina Selatan, pada Sabtu (4/2/2023). Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Balon yang diduga untuk memata-matai milik China muncul di langit Amerika Serikat (AS). Balon itu melintasi Kepulauan Aleutian, melewati Kanada Barat, lalu memasuki wilayah udara AS di Idaho, kemudian melintas di atas Montana.

Hal ini mengkhawatirkan AS karena Montana adalah tempat bagi sejumlah silo radar nuklir milik AS.

Pejabat Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi pada 2 Februari 2023, militer melacak balon tersebut saat terbang di atas AS pada ketinggian sekitar 60.000 kaki.

Selanjutnya, balon putih raksasa itu mengempis usai ditembak oleh militer AS, pada Sabtu (4/2/2023), saat berada di atas laut di wilayah Carolina Selatan. Berikut adalah fakta-fakta mengenai balon tersebut.

1. Diklaim China Bukan Pengintai

Diketahui, balon mata-mata ini merupakan milik China. China telah mengakui balon itu adalah “pesawat sipil” milik mereka.

Namun, China membantah balon tersebut dimaksudkan untuk mengintai atau sengaja memasuki wilayah udara AS.

China mengklaim balon tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi cuaca. Keberadaan balon itu di wilayah AS, menurut China, karena balon telah menyimpang dari jalur yang direncanakan.

2. Bukan Satu-satunya

Balon yang tampak pada 2 Februari 2023 tersebut bukan satu-satunya yang terlihat. Pihak Pentagon (Departemen Pertahanan AS) telah melaporkan balon China kedua yang dicurigai terlihat di atas Amerika Latin.

Sedangkan balon pengintai China yang ketiga, disampaikan pemerintah AS, beroperasi di tempat bagian lain. Balon-balon tersebut dianggap sebagai bagian dari program pengawasan militer China.

3. Telah Ada Sejak Lama

Balon mata-mata untuk mengintai musuh sebenarnya telah digunakan sejak tahun 1794. Saat itu, dalam Pertempuran Fleurus, Prancis menggunakan balon udara panas untuk melacak pasukan Austria dan Belanda.

Pada awal Perang Dingin, AS juga menggunakan ratusan balon untuk memantau musuh-musuhnya.

Namun, teknologi satelit muncul dan dapat mengumpulkan data intelijen penerbangan dari luar angkasa. Akibatnya, penggunaan balon mata-mata berkurang dan membuatnya ketinggalan zaman.

4. Dapat Mengumpulkan Informasi

Secara harfiah, balon mata-mata merupakan balon yang berisi gas dan dapat terbang di langit sebagaimana halnya pesawat terbang.

Dikendalikan dengan komputer, balon yang dipastikan tak berawak ini dapat dikemudikan naik turun dan berkeliaran dalam batas tertentu.

Balon mata-mata dapat dilengkapi sejumlah kamera canggih dan teknologi pencitraan untuk mengumpulkan informasi mengenai apa pun yang terjadi di darat.

Pihak AS menuding, kemungkinan balon China yang terbang di wilayah AS bertujuan mengumpulkan informasi tentang sistem komunikasi dan radar AS.

5. Berukuran Setara Tiga Bus

Balon mata-mata milik China yang melayang di langit AS berukuran raksasa. Pihak AS mengatakan bahwa ukuran balon tersebut setara dengan tiga bus.

Pentagon juga mengatakan balon milik China itu dapat mengubah arahnya serta bermanuver. Masih menurut Pentagon, terdapat sensor dan peralatan pengawasan yang dibawa balon mata-mata China.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Terungkap, Serangan...
Terungkap, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar Pesawat Pangkalan Udara Israel
Rekomendasi
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved